Senin, 31 Maret 2014

Social Marketing & Anti Poverty


World Bank menyampaikan hal seperti berikut: kemiskinan adalah hal yang butuh penanganan. Hal ini berarti perlu penanganan dari si kaya terhadap si miskin. Penanganan terhadap kemiskinan merupakan sebuah panggilan supaya lebih banyak orang lagi dapat merasakan cukup makan, mendapat tempat berteduh, pendidikan layak, kesehatan terjamin, perlindungan terhadap kejahatan dan memiliki hak untuk bersuara.
            Saatnya kita melihat apa yang ada di sekitar kita, masih banyak sekali kemiskinan yang belum tertangani dengan baik. Philip Kotler dan nancy R. Lee dalam buku mereka yang berjudul “Up and Out of Poverty: The Social Marketing Solution” menyampaikan fokus pada aspek-aspek upaya penanggulan kemiskinan secara spesifik pada kelaparan, penyakit, pendidikan yang kurang layak, perencanaan keluarga, ketersediaan air bersih dan beberapa hal lainnya.
            Sehubungan dengan isu tersebut, pengembangan pemasaran sosial diperlukan melalui integrasi konsep, sarana dan penerapannya sehingga bisa menjadi bauran penanganan masalah kemiskinan. Sebagai permulaan, kita perlu menyampaikan gambaran mengenai siapa yang berada dalam kemiskinan? Berapa banyak mereka? Di mana mereka tinggal? Dan apa yang menyebabkan mereka mengalami kemiskinan?
            Menurut World Bank, seseorang dianggap miskin apabila mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan dan pendidikan secara layak. Jeffrey Sachs dalam bukunya yang berjudul “The End of Poverty” menyampaikan ada tiga tingkatan dalam kemiskinan yaitu:
1.   Extreme Poverty: yakni orang-orang yang bahkan tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Mereka benar-benar kelaparan dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, kurang mengkonsumsi air bersih, sanitasi yang tidak terjamin, tidak memiliki pendidikan formal dan juga tempat berlindung.
2.    Moderate Poverty: beberapa kebutuhan dasar terpenuhi misal mereka masih memiliki pakaian, tidak mutlak kelaparan, punya tempat tinggal walaupun kurang layak, namun belum mendapatkan pendidikan ataupun pelayanan kesehatan.
3.      Relative Poverty: orang-orang dengan pendapatan di bawah upah minimum yang diterapkan pemerintah namun masih bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Dominasi Kemiskinan Di Dunia
            Lebih dari 90% extreme poor berada di tiga wilayah berikut: Sub-Sahara Afrika, Asia Timur dan Asia Selatan. Pada data statistik tahun 2005, tiga negara termiskin di dunia adalah India, China dan Nigeria. Sedangkan Indonesia berada pada peringkat ke-delapan sebagai negara termiskin di dunia.

Mengapa Kemiskinan Terjadi?
            Berikut adalah beberapa faktor penyebab utama kemiskinan: kesehatan, lingkungan, perekonomian, infrastruktur, pendidikan, sosial dan perencanaan keluarga. Contoh-contohnya antara lain:
·      Kesehatan yang buruk: hal ini mungkin disebabkan tidak didapatkannya pelayanan kesehatan, nutrisi yang cukup, depresi tinggi, tidak mendapat vaksin serta terjangkit wabah atau virus seperti HIV-Aids, malaria dan TBC.
·     Faktor kerusakan lingkungan: seperti terjadinya erosi, penebangan hutan, pencemaran air, perubahan iklim secara drastis dan sebagainya.
·      Kondisi perekonomian yang sulit: seperti banyaknya pengangguran, upah minimum daerah yang rendah dll.
·     Akses pendidikan rendah: anak-anak tidak bisa bersekolah karena harus membantu menopang hidup keluarga.
·       Faktor sosial yang kuat: meliputi kriminalitas, KDRT, perang, diskriminasi RAS dll.
·      Kurangnya perencanaan keluarga: mulai pemilihan agama dan kepercayaan, perancangan jumlah anak dll.

Kenapa Kita Perlu Peduli?
            Beberapa alasan yang membuat kita harus peduli terhadap kemiskinan adalah sebagai berikut:
1.  Kemiskinan berarti menyia-nyiakan hidup. Kehidupan yang seharusnya diisi dengan penuh hal-hal potensial menjadi tidak berjalan dengan baik. Kemiskinan menghambat hubungan masyarakat untuk dapat saling memberikan kontribusi bagi sesamanya.
2.      Kemiskinan mampu menyebarkan demotivasi, bahkan secara ekstrim mampu memunculkan kriminalitas.
3.    Kemiskinan membuat masyarakat mudah terserang penyakit yang tentu saja mengurangi produktivitas mereka.
4.    Kemiskinan membuat seseorang mudah terhasut dan terprovokasi terhadap paham-paham yang akan mengiming-imingi mereka pendapatan lebih.
5.      Mengentaskan kemiskinan membantu kita untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dunia

Strategi Utama Mengurangi Kemiskinan
1.      Strategi pertumbuhan ekonomi: strategi ini menjadi ukuran untuk meningkatkan perkembangan ekonomi kerakyatan. Dimulai dengan mengoptimalkan usaha rakyat untuk memperluas lapangan pekerjaan.
2.      Strategi redistribusi: strategi ini berupa kemudahan akses bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan layanan pendidikan ataupun kesehatan untuk membantu meningkatkan produktivitas mereka.
3.      Bantuan pihak asing: biasanya dikarenakan negara yang terlalu miskin susah untuk mendongkrak kemakmuran rakyatnya sehingga diperlukan bantuan dari pihak negara lain. Bantuan
4.      Mengontrol populasi: ini juga merupakan strategi yang penting, berupa menekan angka kelahiran dengan keluarga berencana.

Konsekuensi Yang Tidak Diingankan Dari Program Pengentasan Kemiskinan
            Sebagian besar program pengentasan kemiskinan dikonsep untuk membantu masyarakat miskin membutuhkan perubahan pola pikir dari masyarakat itu sendiri untuk menerima masukan, merubah pola pikir dan melakukan tindakan perubahan. Dalam upaya perubahan pola pikir ini tentu mereka membutuhkan intervensi yang sesuai. Karena terkadang, upaya baik ini tidak diimbangi dengan perubahan pola pikir masyarakat miskin tersebut sehingga hasil yang dicapai menjadi tidak maksimal.

Kenapa Konsep Pemasaran Perlu Dimasukkan Sebagai Solusi Terhadap Kemiskinan?
            Pemahaman mengenai perencanaan serta penerapan program anti kemiskinan ini perlu sebuah pola pikir strategi pemasaran untuk mengarahkan pola pikir masyarakat miskin tersebut dan bertindak dalam ruang lingkup solusi pengentasan kemiskinan itu sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Stephen Smith dalam bukunya yang berjudul “The Fortune at the Bottom of the Pyramid” perlu dijelaskan kepada masyarakat miskin dalam bahasa yang sederhana mengenai bagaimana pemasaran dapat memicu kesuksesan mereka. Misal, sebelum mereka menginginkan mengkonsumsi sesuatu, mereka harus berpikir untuk membentuk lingkungan sosial yang berbasis kapital, sehingga mereka harus produktif untuk menghasilkan uang termasuk juga mengatur angka kelahiran dan berorientasi pada menjaga kesehatan serta memahami pentingnya arti pendidikan.

Enam hal Utama Untuk Memahami Kemiskinan
1.   Kemiskinan itu terdiri dari grup heterogen: di beberapa negara miskin, masyarakat miskin cenderung menjadi populasi mayoritas meskipun jenis kemiskinan yang mereka alami tidaklah sama. Perlu dipahami juga bahwa kemiskinan memiliki segmen yang berbeda-beda.
2.     Segmen kemiskinan yang berbeda juga memerlukan penanganan yang berbeda: perlu dilakukan penelitian baik secara kualitatif maupun kuantitatif untuk mengetahui segmen kemiskinan yang dialami oleh suatu kelompok masyarakat tertentu.
3.   Masyarakat miskin butuh dukungan berbagai institusi: perlu diketahui bahwa kemiskinan bukanlah semata-mata urusan pemerintah saja. Pemerintah dengan instansi baik negeri maupun swasta harus bersinergi untuk memberantas kemiskinan.
4.     Masyarakat miskin memiliki persepsi yang berbeda mengenai cara merubah pola pikir dan perilaku: sekali lagi perlu dipahami mengenai segmen kemiskinan yang terjadi di suatu masyarakat tertentu sehingga penanganan yang disampaikan dapat tepat sasaran.
5.  Masyarakat miskin sering keluar masuk dalam masalah kemiskinan: pergerakan masyarakat miskin tidaklah statis melainkan dinamis. Kadang mereka bisa mencapai titik kemakmuran namun tidak memiliki pemahaman untuk mempertahankannya sehingga jatuh miskin lagi.
6.    Wajah asli kemiskinan berasal dari masyarakat lokal: kecenderungan kemiskinan lebih banyak dialami oleh masyarakat lokal.

Apakah Pemasaran Sosial Itu?
Pemasaran sosial merupakan sebuah proses yang menggunakan konsep-konsep marketing serta tekniknya untuk membuat, mengkomunikasikan, dan menyampaikan makna untuk mempengaruhi perilaku target sehingga mampu meningkatkan manfaat sosial mereka seperti kesehatan publik, keamanan, lingkungan dan komunitas.
Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pemasaran sosial antara lain:
1.   Jangan sampai rancu antara pemasaran sosial dengan periklanan sosial. Kampanya seperti dua anak cukup adalah bagian dari periklanan sosial. Keberadaan periklanan sosial sendiri sangat mendukung pemasaran sosial.
2.      Pastikan kepada kolega kita, anggota dewan yang terpilih dan penyantun dana bahwa pemasaran sosial bukanlah sebuah cara manipulasi dari hard-selling.
3.      Memahami bahwa pemasaran sosial itu tidak sama dengan jaringan sosial atau media sosial, walaupun untuk taktik promosi bisa menggunakan jaringan ataupun media sosial sebagai sarananya.
4.      Mengetahui bahwa strategi pemasaran sosial bisa meliputi penyediaan barang-barang seperti obat HIV, logistik dsb.

Prinsip-prinsip Utama Pemasaran Sosial
1.      Fokus pada perilaku:
a.    Mampu dan mau menerima perubahan perilaku seperti menempatkan jaring anti nyamuk di tempat tidur
b.      Menolak perilaku yang tidak diinginkan seperti merokok
c.    Memodifikasi perilaku yang ada saat ini, misla bagi yang terbiasa berganti-ganti pasangan maka harus menggunakan kondom
d.      Menghentikan kebiasaan atau perilaku buruk seperti kecanduan alkohol
2.   Mengenali pola perubahan perilaku: dalam banyak hal, pemasar sosial tidak bisa banyak menjanjikan peningkatan taraf perekonomian masayarakat miskin kalau mereka tidak melakukan perubahan perilaku secara konsisten.
3.   Gunakan prinsip dan teknik marketing tradisional: ingat bahwa pemasaran yang efektif adalah dengan berorientasi pada kebutuhan konsumen. Demikian pula yang harus dilakukan dalam pemasaran sosial.
4.      Pilih dan pengaruhi sebuah target pasar
5.      Pastikan bahwa penerima donasi adalah individu atau kelompok masyarakat dan bukan suatu organisasi profit.

Pemasaran sosial dan perubahan sosial
            Berdasar pada Ross & Mico (1980) bahwa perubahan sosial dapat dibawa melalui berbagai metode yang berbeda. Variasi ini bisa berupa penerimaan pasif atau aktif dari masyarakat tersebut, antara lain:
1.      Penyebaran ide, barang-barang dan layanan kepada masyarakat dengan bantuan publikasi media dan opini para pemimpin
2.      Pengorganisasian konsensus oleh partai politik tertentu
3.      Perencanaan dan atau gerakan politik seperti lobi, legislasi dan kampanye politik
4.      Metode konfrontasi melalui ancaman apabila tidak mencapai kesepakatan
5.      Protes tanpa kekerasan seperti mogok atau pemboikotan
6.      Tindak kekerasan berupa kerusuhan dan revolusi
Untuk membawa perubahan sosial yang lebih baik melalui pemasaran sosial, maka diperlukan sarana-sarana sebagai berikut:
1.  Pendidikan, motivasi dan regulasi: masyarakat miskin perlu diberikan edukasi berupa informasi dan peningkatan keahlian, perlu diberikan motivasi serta advokasi.
2.   Pemasaran sosial dan promosi kesehatan: berupa membuat kebijakan kesehatan publik, menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan, menguatkan gerakan komunitas, meningkatkan kemampuan personal dan re-orientasi layanan kesehatan
3.      Pemasaran sosial dan mobilisasi sosial: adanya gerakan perubahan yang dilakukan bersama-sama.

Kesimpulan

            Kemiskinan adalah suatu kondisi yang harus dihadapi bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan instansi negeri, instansi swasta, masyarakat umum dan masyarakat miskin itu sendiri. Mengentaskan kemiskinan dapat dilakukan dengan mengambil strategi-strategi dalam ilmu marketing atau pemasaran. Hal ini seperti melakukan perubahan terhadap pola pikir masyarakat miskin dengan menggali latar belakang serta kebutuhan mereka. Dengan demikian pemasar sosial mampu membuat perencanaan dan aksi yang tepat untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di suatu lingkungan tertentu untuk mengajak mereka melakukan perubahan bersama-sama

Minggu, 30 Maret 2014

Persondise: Si Bisnis Narsis

Berawal dari ketidaksengajaan ketika Rifefan yang saat ini masih sebagai mahasiswa komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diminta bantuan oleh pacarnya untuk mendesainkan tugas membuat company profile perusahaan. Cowok yang mempunyai nama lengkap Muhamad Rifefan ini lalu membuatkan desain company profile berupa blocknote.
     Di tengah-tengah proses membuatkan desain tugas pacarnya tersebut, Rifefan yang sebelumnya memiliki bisnis pembuatan kaos indie mendadak berpikir untuk menggencarkan penjualan blocknote dengan konsep desain limited edition juga. Karena ketika menjual kaos kepentok dengan harga jual yang tinggi sehingga kurang diminati, akhirnya Rifefan mulai membuat merchandise dengan desain limited edition sesuai dengan jiwa narsisme anak muda saat ini. Kemudian terciptalah PERSONDISE yang berarti personal merchandise.

     Persondise kemudian dibuat dengan bahan utama blocknote dengan konsep desain cover berupa avatar diri si pemilik blocknote tersebut. Persondise sendiri secara resmi mulai dijual pada November 2013 silam dengan harga yang sangat terjangkau yaitu hanya Rp 45.000.

    Untuk mempromosikannya, awalnya Rifefan menggunakan jasa endorse kelima orang temannya yang punya power to buzz. Dengan demikian, word of mouth terhadap produk Persondise-pun mulai bergulir dan kini penjualannya bahkan sudah sampai ke Bali.
     Bila pembaca ingin mengetahui lebih lanjut mengenai brand kreatif ciptaan mahasiswa komunikasi dari Jogja ini, silakan kunjungi persondise.wordpress.com atau follow twitter @thepersondise.

Sabtu, 08 Maret 2014

The Passion of Walking Walking


Exposure yang terlihat di social media milik Endah Iswantie memang tampak menggiurkan yakni sering jalan-jalan murah ke luar negeri. Semua orang pasti ingin bisa mendapatkan kesempatan seperti Endah tapi tidak banyak yang bersedia atau memiliki passion untuk “berdarah-darah” mencari peluang tiket promo atau tur ke luar negeri tersebut, apalagi hingga mengembangkannya menjadi sebuah bisnis. Klasik seperti pepatah bilang, semuanya berawal dari mimpi, itu pula yang dialami Endah bersama bisnis di bidang jalan-jalan ini. Tentu saja mimpi tidak akan mudah terwujud apabila tidak ada ketekunan dan hal inilah yang fokus dijalankan Endah.
             Berawal dari rasa “ingin seperti” sahabatnya yang bisa ke Singapura gratis di tahun 2008, Endahpun merasa yakin suatu saat pasti bisa seperti dia. Endah juga tahu kalau apa yang diraih sahabatnya itu bukanlah hal yang instan karena si sahabat sudah berhasil mengembangkan bisnis jaringan (MLM) yang ditekuninya.
           Tahun 2009, Endah mulai “menggila” dengan hunting tiket promo Air Asia. Saat itu Endah masih bekerja sebagai tim desainer grafis di sebuah media surat kabar Nasional kantor redaksi Yogyakarta. Berhubung tidak mempunyai kartu kredit, Endah sempat iseng mencoba hold tiket promo Jogja-Singapura PP seharga Rp 400.000 dengan no seri kartu debitnya dan ternyata bisa. Namun untuk pembayaran, Endah akhirnya mendapatkan pinjaman kartu kredit kerabatnya.
               
The First Travel Mates

Jalan-jalan ke luar negeri bisa jadi kurang seru tanpa hadirnya teman. Walau sempat terkendala tidak ada teman di Jogja yang mau diajak jalan-jalan murah ke Singapura tersebut, Endah tidak kekurangan akal. Dia buat thread di Kaskus untuk mencari Travel Mates. Di thread Kaskus itulah Endah menemukan 2 Travel Mates pertamanya, cowok-cowok dari Jakarta. Mereka melakukan meeting point di Orchard Road dan di situlah petualangan mereka dimulai. Tidak hanya di Singapura saja. Endah bersama 2 travel mates-nya juga jalan-jalan ke Malaysia. Untuk menghemat akomodasi. Mereka melakukan perjalanan malam sehingga menjadikan bus sebagai tempat menginap. Setelah itu Endah rutin berburu tiket promo, bahkan pernah dia mendapatkan penerbangan Jogja-Bali hanya senilai Rp 30.000.



Jasa Titip Beli
                Endah lalu berpikir, kalau dia bisa membuat dirinya jalan-jalan ke luar negeri dengan biaya murah, kenapa dia tidak membuat orang lain bisa mendapatkan hal itu? Endah menyadari banyak orang yang ingin liburan murah ke luar negeri tapi tidak terlalu giat dalam “berjuang” mencari tiket promo seperti yang Endah lakukan. Maka tahun 2010 Endah mulai menawarkan jasa “titip beli” tiket promo ke luar negeri dengan fee sukarela dari teman-teman dan kerabatnya. Makin lama makin banyak yang berminat “titip beli” ke Endah.
          Naluri bisnis Endah kemudian jalan seiring dengan peluang “titip beli” tersebut. Berdasarkan banyaknya tenaga, pikiran ekstra serta konsentrasi yang harus dijaga untuk berburu tiket promo, Endah kemudian meyakinkan dirinya bahwa hal ini harus dikembangkan secara bisnis dan bukan hanya sekedar urusan pertemanan. Rata-rata, tiket promo dirilis oleh armada penerbangan mulai jam sebelas malam, maka benar-benar harus ada harga yang “dibayar” untuk perburuan itu. Masih di tahun 2010, Endah lalu menerapkan standard fee untuk tiket promo yang dia jual. Fee tersebut nominalnya variatif tergantung jenis promo yang didapat oleh kliennya. Dalam perkembangannya, pernah hanya dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, Endah mendapatkan keuntungan sekitar tiga juta rupiah dari dua puluhan transaksi tiket promo.

Social Media Sebagai Pilihan Untuk Promo
                Bisnis yang dijalankan Endah ini memang cocok menggunakan sarana social media untuk promo, Endah awalnya menggunakan Facebook reguler (bukan fanpage). Pemilihan friend list-pun mulai dijalankan dengan me-add orang-orang yang sering komentar di Facebook milik maskapai-maskapai penerbangan. Tidak sulit untuk dilakukan dan Facebook bisnis ticketing Endah mulai banyak mendapatkan teman serta peminat.

Walking Walking Travel Organizer
            
          Karena banyak yang ingin ikut merasakan pengalaman jalan-jalan ke luar negeri seperti yang dirasakan Endah, mulailah bermunculan orang-orang yang ingin liburannya di-arrange oleh Endah. Endah-pun tidak sembarangan mengambil peluang, dia harus meyakinkan dulu bahwa dia memang fasih untuk menjadi travel organizer. Tidak lama kemudian, Endah melakukan trial sebagai travel organizer dengan cara mencari vendor jasa perjalanan wisata di tahun 2012. Upaya Endah membuahkan hasil karena uji coba pertamanya ke Bangkok-Pattaya terbilang sukses, semua vendor yang dipilih Endah ternyata layak dipercaya. Kebetulan di tahun 2012 ini, Endah yang semula bekerja di divisi desain grafis, mulai memberanikan diri pindah ke divisi marketing iklan di media surat kabar Nasional tersebut. Dengan demikian, Endah semakin antusias untuk eksis sebagai seorang marketer. Kini bersama temannya, Walking Walking Travel Organizer siap untuk berkompetisi sebagai bagian dari start up di posisi Travel Directory & Organizer, pembaca bisa klik link berikut >> www.walking2.me
            Selama Walking-Walking Travel Organizer ini berdiri, Endah sudah beberapa kali membawa kliennya keliling Asia, tidak hanya Singapura saja, tetapi juga sampai ke Thailand, Hongkong dan Korea. Keuntungan yang didapat Endah adalah bisa jalan-jalan gratis bersama kliennya.


Risiko dan How to Handle
                Selama ini belum ada risiko yang signifikan dari bisnis yang dijalankan Endah ini. Namun bukan berarti tanpa kendala, Endah juga pernah tertipu oleh pelanggannya yang semula pembayaran lancar namun kemudian macet dan “menghilang”. Belajar dari hal tersebut, Endah tetap menerapkan sistem booking fee sebelum rilis tiket baik terhadap pelanggan lama maupun pelanggan baru.

Mengedukasi Pelanggan
                Sudah sering Endah mendapatkan pelanggan yang sangat ingin ke luar negeri tapi khawatir dengan beberapa hal seperti kendala bahasa serta kurs mata uang. Endah menyebutnya kalau masih takut hanya karena bahasa dan kurs rupiah yang rendah dibanding mata uang negara tersebut itu tandanya orang tersebut masih belum bisa move on. “Bagaimanapun juga untuk mendapatkan liburan murah juga perlu perjuangan, kita sendirilah yang bisa membuatnya menjadi begitu menyenangkan” kata Endah.

Keliling Asia tidak membuat Endah cukup puas. Berburu tiket murah terus dijalankan secara rutin. Tahun 2014 ini di bulan Juli, Endah beruntung mendapatkan tiket PP ke Paris hanya sebesar tujuh juta rupiah. Nah, siapa yang ingin menjadi travel mates Endah untuk “Walking Walking” di Paris Summer Holiday?


Pic Source: FB Endah Iswantie