Selasa, 24 Februari 2015

Premium Taste of Picho Bakpia

Mengusung ke-khas-an lokal di Yogyakarta, Agung Wicaksono turut menyemarakkan hal tersebut dengan menciptakan bakpia karyanya dengan nama Picho Bakpia. nama Picho berawal dari "Princess-Chocolate" yakni produk cokelat Praline yang telah dibuat oleh istrinya sebelum muncul Picho Bakpia tersebut. 
    Pada Agustus 2014, Agung beserta istri kemudian mendirikan Picho Resto yang beralamatkan di Jln. Perumnas 123, Seturan Yogyakarta. Di resto yang buka dari jam sebelas siang hingga sepuluh malam inilah yang sekaligus menjadi outlet utama penjualan Picho Bakpia. Sedangkan cokelat Praline olahan sang istri dijadikan makanan pendamping minuman seperti teh atau kopi dan disajikan saat momentum promo seperti hari Valentine. 
     Keberadaan Picho Resto tersebut juga menjadi outlet utama untuk penjualan Picho Bakpia. Bakpia yang mempunyai lima varian rasa ini: keju, susu, coklat, kacang hijau dan ubi ungu, juga dijual di Superindo-Jogokaryan, Jejamuran Resto dan beberapa pusat oleh-oleh lain di Yogyakarta. Dalam enam bulan perjalanannya, Picho Bakpia kini telah tersebar di delapan outlet.
    Harga untuk satu box Picho Bakpia isian dua puluh adalah senilai tiga puluh delapan ribu rupiah. Keistimewaan Picho Bakpia terletak pada kulitnya yang krispi serta gurih karena mengandung high quality butter. Keunggulan lain terletak pada Bakpia dengan varian isi cokelat yang menggunakan liquor choco yang mengandung cokelat pekat dengan hanya sedikit kandungan cocoa butter.

    Meskipun terbilang pemain baru di ranah oleh-oleh khas Yogyakarta, Picho bakpia tidak ingin ketinggalan untuk berpromosi. Saat ini beberapa agenda promosi telah dijalankan seperti Buy 1 Get 1 Free, pameran kuliner serta menjadi merchant kulineran.com.  
     

Minggu, 15 Februari 2015

Expertise By Celebrities


Seperti namanya, selebriti adalah orang yang suka celebrate atau merayakan sesuatu. Selebriti identik dengan pesta, popularitas dan kehidupan gemerlap lainnya. Kini banyak orang yang menganggap artis adalah selebriti padahal belum tentu. Artis secara etimologi berarti ahli seni, bisa seni apapun, seni tari, seni musik, seni peran, seni rupa dan sebagainya. Hanya saja benar adanya kalau banyak artis peran maupun musik yang menselebritikan diri mereka melalui media untuk mengibarkan nama mereka di kancah dunia hiburan. 
     Seiring perkembangan media, keahlian profesi seseorang atau yang bisa disebut dengan expertise kini mulai di-selebriti-kan. Sehingga, saat ini tidak hanya artis yang sering muncul di media dan dikulik bakat serta kehidupan pribadinya. Sebut saja beragam expertise by celebrities antara lain: Chef Celebrity, Dentist Celebrity, Lawyer Celebrity bahkan Ustadz Celebrity. 
     Lalu, apa esensi dari pen-selebriti-an dari expertise ini? Kalau Anda pernah mendengar istilah "personal branding", menurut penulis memang pen-selebriti-an expertise ini adalah bagian dari personal branding, but it's not the only one. Ibarat kue lapis legit, expertise yang dimiliki orang-orang tersebut akan terasa "lezat" apabila kemampuannya dapat diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh publik dan publik menyebutnya "worth it" dalam lapis demi lapis kue (pengalaman yang dimiliki dari expertise) itu. Sedangkan rasa yang enak dari lepis legit itu tidak akan mengundang rasa ketertarikan publik (konsumen) untuk mengonsumsinya bila tidak dikemas yang menarik. Nah ,kemasan yang menarik inilah yang menurut penulis sebagai pen-selebriti-an dari expertise tersebut.


When a thing becomes branded,
thus it's time for the creator to make it worth every penny....

Minggu, 08 Februari 2015

Digital Public Relations

Memang kehidupan di dunia nyata tidak bisa digantikan oleh dunia digital, namun tanpa disadari perilaku di dunia digital dapat mempengaruhi perilaku di dunia nyata. Dalam hal ini, menjaring relasi dengan publik di dunia digital (netizen) menjadi cukup esensial untuk mempersuasi atau merubah perilaku mereka di dunia nyata. Melalui artikel ini, penulis akan ulas dunia Digital Public Relations dalam kaitannya dengan digital media planning & relations dan digital community relations.

Digital Media Planning & Relations
Perencanaan media di ranah digital hampir sama seperti di ranah dunia nyata. Kita harus mengawali dengan sebuah penelitian tentang insight brand yang kita usung dan kesesuaian dengan media yang akan dituju untuk publisitas. Latah media adalah hal yang layak dihindari dalam perencanaan media baik di ranah dunia nyata ataupu di dunia digital. Jangan lantaran Path sedang booming lalu dengan serta merta kita menempatkan brand yang kita usung dengan perantara path sebagai media sosial untuk publisitas, padahal jumlah publik yang bisa "diikat" secara interaktif hanya maksimal 500 orang saja. Pembuatan banner iklanpun juga begitu, jangan lantaran kita melihat traffic kunjungan sebuah web begitu tinggi sehingga ingin menampilkan iklan brand kita di situ padahal dari segi segmentasi brand kita dengan pengunjung web tersebut berbeda. Sebagai contoh adalah pemilihan media sosial Twitter & Instagram sebagai strategi viral marketing untuk Konser Sepenuh Cinta, yakni konser kolaborasi antara Tulus, Pandji Pragiwaksono dan Raisa pada Desember 2014 di Grand Pacific Hall Yogyakarta.
Twitter dirasa sangat cocok untuk viral marketing brand ini dikarenakan efek kicauannya mampu meng-influence netizen terutama penggemar ketiga artis tersebut untuk follow dan mencari tahu update mengenai acara konser ini. Sedangkan Instagram, selain dapat memunculkan efek viral marketing yang besar juga, konsepnya yang menggunakan gambar sebagai media utama dapat mem-persuasi netizen akan konten Konser Sepenuh Cinta ini.

Digital media planning yang lain adalah soal pemilihan digital media partner untuk promo maupun event brand yang kita usung. Sebagai contoh, pemilihan digital media partner untuk pagelaran Sendratari Jonggrang yang diadakan Abhayagiri Rsetaurant - Sumberwatu Heritage Resort Yogyakarta.
Kebetulan, baik restoran maupun resort ini, memiliki efek Viral Marketing yang cukup tinggi di dunia maya, sehingga untuk meraih antusiasme publik-nya, dipilihlah media digital sebagai sarana informasi. Dalam pagelaran yang juga diadakan pada Desember 2014 ini, dipilih media digital antara lain kotajogja.com, twitter @JogjaUpdate, gudeg.net dan twitter @InfoSeniJogja yang memang berkorelasi dengan event Sendratari Jonggrang serta brand image Abhayagiri Restaurant - Sumberwatu Heritage Resort.

Ketika kita sudah mengajak kerjasama media sebagai media partner, selayaknya mereka kita undang secara offair dalam promo atau acara yang kita adakan. Ini adalah bentuk upaya media relations. Jangan lupa sajikan materi yang capturable maupun writeable sehingga mereka akan mendapatkan oleh-oleh berupa berita yang menarik. Berikut adalah contoh hasil liputan media digital melalui akun twitter mereka:

Live twit Swaragama FM di Konser Sepenuh Cinta

Reportase selebtwit @ddycw yang di retweet @JogjaUpdate

Digital Community Relations
Meng-endorse social media celebrity sudah jadi trend saat ini. Interaksinya yang bersifat personal kepada followernya mampu membuat brand image melekat begitu kuat di kalangan netizen. Namun apabila ingin mendapatkan efek viral marketing di dunia digital dengan alokasi budget yang tidak terlalu tinggi, libatkanlah komunitas online. 

Konser Sepenuh Cinta contohnya yang baik saat penjualan tiket pre-sale maupun konsernya juga mengajak komunitas Buku Untuk Papua dalam hal pengumpulan donasi buku. Meski ini bukanlah konser amal, namun komunitas Buku Untuk Papua yang juga memiliki gaung yang cukup besar mampu meraih tingginya antusiasme netizen untuk menonton konser ini maupun memberikan donasi buku. Selain itu saat pre-launch, Konser Sepenuh Cinta juga mengundang berbagai komunitas online untuk hadir dan turut menggaungkan konser ini, antara lain komunitas NontonYK, nebengers, RaboSoto, standup comedy Jogja, dll.


Konklusi
Kedepannya, perkembangan media digital akan semakin pesat, tidak hanya media sosial maupun website saja. Dimungkinkan new wave media akan banyak bermunculan di ranah digital nantinya, seperti mobile application, internet TV dan sebagainya. Selain itu, fungsi media digital yang perlu diperhatikan seorang praktisi PR nantinya tidak melulu mengenai branding dan promotion saja. Kegiatan sosial perusahaan juga bisa digalakkan melalui dunia digital.

Rabu, 04 Februari 2015

Romansa Di Bukit Yang Damai


Abhayagiri Restaurant - sebuah rumah makan berkonsep fusion dining yang berada dalam kesatuan Sumberwatu Heritage Resort, Prambanan - Yogyakarta, menyajikan paket dinner romantis untuk Valentine's Day 2015 bertajuk "Romansa Abhayagiri". Paket senilai Rp 787.000nett per-couple ini menyuguhkan sajian set menu internasional yang senantiasa membangkitkan selera dan prestige gaya hidup pasangan muda.

Shrimp Cocktail with Crunchy Potato

Beef Cube with Spaghetti Oglio Olio

Nuansa malam Minggu, 14 Februari 2015 dalam Romansa Abhayagiri ini juga akan dibuat semakin romantis dengan dihadirkannya band Dexter, band jazz lokal yang sudah sering tampil dalam berbagai acara di Yogyakarta


Serangkaian acara Valentine's Day 2015 "Romansa Abhayagiri" ini akan diakhiri dengan menonton film bersama. Bagi Anda pasangan yang dulu pernah menjadikan film "Love Actually" sebagai sinema kenangan saat berpacaran, mungkin kini dapat bernostalgia dengan film yang dibintangi Hugh Grant, Colin Firth dan Keira Knightley ini.

Even if time moves us on, 
somehow, love is better when shared...