Selasa, 26 April 2016

Raline and Flagrant Couture by BerryBenka


Kolaborasi menjadi strategi endorsing baru ala BerryBenka. Dengan cara ini, BerryBenka tidak hanya menayangkan sosok endorser sebagai duta sekaligus model untuk produk yang dibawakannya tetapi menampilkan mereka layaknya style creator. 
     Di tahun 2016 ini, online fashion &beauty retail ini mengajak kolaborasi 3 ikon perempuan sesuai dengan segmentasi masing-masing yakni Jessica Mila yang mewakili segmen remaja aktif, Raline Shah yang mewakili citra perempuan lajang modern dan Marsha Timothy yang mewakili ibu-ibu muda dinamis. Secara spesifik ulasan di artikel ini akan membahas kolaborasi BerryBenka dengan Raline Shah.
     Tampaknya segmentasi perempuan lajang lebih mendominasi dalam produk yang dijual oleh BerryBenka, mengapa demikian? Bila kita lihat porsi kolaborasi antara Jessica Mila, Raline Shah dan Marsha Timothy maka Raline Shah terlihat paling banyak mengusung klasifikasi produk di mana kolaborator lain hanya mengusung 1 paket koleksi yang terdiri dari beberapa item.

     Raline dalam kolaborasi tersebut dieksplorasi untuk membawakan tiga seri koleksi yakni: Sporty Edgy, Classic Heritage & Sparkling Glam. Korelasi yang sesuai dengan segmentasinya karena tiga gaya tersebut jugalah yang menjadi incaran perempuan lajang untuk bergaya. Bahkan secara eksklusif Raline juga tampil dalam video teaser berdurasi 16 detik tentang koleksi yang dibawakannya tersebut.

Jumat, 08 April 2016

Ada Apa Dengan Co-Branding?


Berapa purnama yang harus dilewati Cinta dan Rangga setelah 14 tahun berpisah? Tampaknya penantian cinta antara dua insan yang pada tahun 2002 lalu masih diceritakan sebagai remaja usia SMA juga dinantikan banyak "mantan" remaja yang dulu menyukai kisah mereka. Sehingga di bulan April 2016 ini, tak ayal Ada Apa Dengan Cinta 2 menjadi salah satu film yang diprediksi akan memunculkan antrian panjang di bioskop.

Metamorfosa tokoh-tokoh dalam AADC2 dengan cerita sebelumnya kemudian menjadi angin segar bagi para pemilik brand untuk melakukan promosi. Tentu saja hal ini menjadi nilai positif untuk tingkat komersial film AADC2 itu sendiri. Karakter Cinta, Rangga dan teman-temannya berusaha dikorelasikan dengan karakteristik beberapa brand yang terlibat sebagai sponsor film ini. 

Banyak sekali brand yang sudah terlibat, tampaknya mereka berlomba-lomba untuk engage dengan reunian genk Cinta ini. Dari sekian sponsor yang berkolaborasi dalam komunikasi pemasaran Ada Apa Dengan Cinta 2, berikut penulis ulas beberapa yang memunculkan co-branding dengan unik:

Line dengan fitur Find Alumni
Teaser yang muncul di tahun 2014 inilah yang menjadi awal gregetan audiens akan kisah cinta antara Rangga dan Cinta. Fitur yang diiklankan aplikasi chat & social media Line ini dirasa cocok dengan cerita Ada Apa Dengan Cinta. Karena ini dianggap menjadi hal yang sangat dekat dengan kehidupan sosial yakni mencari teman lama di waktu SMA dulu, apalagi jika sosok tersebut adalah cinta pertama.

Lenovo dengan seri #Goodweird




Notebook Yoga seri 900 adalah produk baru yang menjadi unggulan Lenovo. Promosi brand ini mengusung tagline #Goodweird. Dalam kolaborasi-nya dengan AADC2, Rangga mendapatkan "garis bawah" untuk pengkarakteran #Goodweird dari Lenovo. Iya sosok yang aneh tapi punya pengaruh baik. Sama seperti fitur dan tampilan Lenovo Yoga 900 yang unik, aneh karena cenderung berbeda dengan notebook flip 360 derajat lainnya tapi aplikatif dan bermanfaat bagi usernya. Co branding karakter ini juga dibuat digital activation-nya di aadc2.lenovo.com. 

L'Oreal ala Genk Cinta

Metamorfosa dari teman-teman Cinta seperti Mili, Karmen dan Maura tentu saja tidak hanya sebatas pembawaan diri yang lebih dewasa tetapi juga tampilan make up. Demikian adanya karena mereka bukan anak SMA lagi. Lagipula Dian Sastrowardoyo sebagai Cinta juga pernah bertugas sebagai endorser L'Oreal. dan akhirnya mereka reunian kembali! Sama halnya yang dilakukan Lenovo. kolaborasi karakter L'oreal dengan Genk Cinta ini juga ditayangkan melalui laman web yang bisa diakses di lorealaadc2.com.

Selain brand-brand tersebut, brand lain yang melakukan promosi baik berupa co-branding mapun sponsorship antara lain: Aqua, Mitsubishi juga es krim Magnum. 

Bagi penggemar AADC tahun 2002 tentu bisa mengamati soal teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi di antara genk cinta. Benar mereka masih menggunakan telepon rumah. In 2016, monumental things could happen: dari komunikasi pemasaran film ini saja tenryata sudah sangat digitalize dibandingkan film terdahulunya. Anda penasaran? saya juga!

Selasa, 05 April 2016

ASUS and Sustainable Technology


Sebagaimana tagline yang sudah melekat padanya: In Search of Incredible, Asus senantiasa berusaha memberikan hal-hal ajaib kepada target penggunanya melalui inovasi maupun strategi pemasarannya. Dalam pengamatan penulis, sebagai brand yang mengusung "Incredible", Asus membentuk dua keunggulan dalam strategi pemasarannya yaitu untuk menjadi historical serta sustainable.
     Dalam berbagai medan, Asus berusaha mencatat sejarah (historical) akan performa produk serta teknologi yang dibawanya. Sebagaimana yang disampaikan dalam Asus Commercial Business Catalog terbarunya, teknologi yang dibawa perusahaan asal Taiwan ini berhasil menunjukan daya saing dengan mengandalkan ketahanannya:

Di Jalan
Teknologi dari Asus terintegrasi dengan GPS untuk menampilkan peta dinamis di balapan PATAGONIA 2000 sekaligus sebagai perangkat komunikasi mobile. Kemampuan teknologinya sebanding dengan daya tahannya dalam melewati panasnya gurun dan pegunungan berselimut salju dalam balapan tersebut.

Di Ujung Dunia
Dua orang pendaki gunung benama Shi Wang dan Jian Liu membawa notebook Asus S200N dalam pendakian mereka di puncak gunung Vinson Antartika setinggi 16.000 kaki pada tahun 2003. Produk Asus tersebut mereka gunakan untuk merekam dan mencatat pengalaman pendakian yang mereka lakukan.

Di Puncak Tertinggi Dunia
Kapten Wang Yongfong, pernah memimpin ekspedisi pendakian Everest. Notebook Asus seri U5 yang dibawanya bertahan hingga ketinggian 8.848 meter, di saat notebook dari merk lain hanya bisa bertahan hingga ketinggian 5.000 meter.

Di Udara
Notebook Asus juga digunakan oleh NRMA Careflight yakni unit medis melalui jalur udara dengan sarana helikopter yang beroperasi di New South Wales Australia. Daya tahan Asus terbilang kuat terhadap goncangan helikopter.

Di Aero Space
Kosmonot Rusia bernama Sergei Avdeev menggunakan dua jenis notebook Asus yang menemani perjalanannya ke antariksa selama 600 hari.

     Bagi Asus, tampaknya kecanggihan teknologi tanpa kepedulian terhadap lingkungan akan menjadi tidak berarti apa-apa. Sehingga, sebagaimana disampaikan penulis di awal, Asus juga menjadikan unsur sustainability sebagai bagian dari strategi pemasaran produknya.
     Setiap produk yang dipasarkan Asus didesain ramah lingkungan, dalam artian produk-produknya memiliki masa pakai lebih panjang dan mudah didaur ulang. Dalam proses produksinya, tentu Asus juga mengedepankan keramahan terhadap lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan peran aktif Asus dalam program peduli lingkungan seperti EPEAT (Electronic Product Environmental Assesment Tool). EPEAT sendiri mengambil fungsi penting sebagai standard pengaplikasian produk elektronik berbasis teknologi ramah lingkungan.

Sumber gambar:
http://csr.asus.com/english/