Minggu, 30 Oktober 2016

Pasarpolis.com, Solusi Di Tengah Pasar yang Meragu


Kehadiran teknologi dalam memudahkan kehidupan sehari-hari membuat sebagian besar entitas bisnis bergerak mengikuti perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir begitu pesat perkembangan berbagai lini bisnis yang masuk ke ranah teknologi, tidak terkecuali bisnis financial atau yang kini kerap disebut Fintech (Financial Technology). Fintech diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengelola maupun mempermudah transaksi dalam kehidupan sehari-hari seperti pembayaran e-commerce, transportasi, asuransi, dan berbagai macam kebutuhan yang berkenaan dengan pembayaran.

Hal pertama apa yang pertama kali Anda pikirkan jika mendengar asuransi? kebingungan memilih dan membandingkan berbagai macam asuransi atau justru kesal karena ditawarkan asuransi yang tidak Anda butuhkan saat ini? . Asuransi sendiri di Indonesia telah hadir sekitar tahun 1920-1940an , pada masa tersebut  kebutuhan masyarakat cenderung berbeda dengan kebutuhan asuransi pada saat ini. Jika dahulu kelangsungan bisnis merupakan salah satu hal utama maka perusahaan asuransi pada saat itu cenderung membantu para pemilik bisnis untuk menghadapi risiko yang mungkin akan terjadi pada bisnis mereka. Berbeda dengan sekarang, asuransi jauh lebih fleksibel dan banyak macamnya.



Risiko yang mungkin terjadi pada setiap orang membuat perusahaan asuransi berlomba menghadirkan solusi untuk masyarakat agar dapat membantu mereka yang memiliki rasa khawatir pada berbagai hal. Asuransi yang paling umum seperti asuransi kesehatan dan asuransi properti, serta berbagai macam produk asuransi yang  semakin berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Begitu banyaknya perusahaan asuransi ternyata justru menghadirkan "masalah baru" untuk masyarakat, yakni kebingungan untuk membandingkan secara cepat dan mudah. Pasarpolis.com mengakomodir masyarakat yang ingin membandingkan dan memilih produk asuransi. Secara sederhana pasarpolis menghubungkan calon pengguna asuransi dengan penyedia layanan asuransi.

Keberadaan fintech asuransi seharusnya disambut baik oleh para pengguna yang masih ragu untuk menggunakan jasa asuransi. Pengguna tidak akan lagi dipersulit dengan berbagai macam brosur yang justru lebih membingungkan belum lagi perhitungan premi yang sama membingungkannya dengan benefit yang akan didapat. keberadaan pasarpolis.com contohnya akan menampilkan biaya premi secara realtime.
  


Pasarpolis.com hingga saat ini menjadi satu-satunya platform yang memudahkan masyarakat untuk membandingkan produk dari berbagai macam ansuransi, mungkin jika dibandingkan dengan platform yang mirip adalah cekaja.com, situs pembanding kartu kredit. Hingga saat ini pasarpolis.com telah bekerjasama dengan lebih dari 20 brand penyedia asuransi yang dengan berbagai pilihan layanan seperti asuransi kesehatan, kendaraan, kecelekaan diri, properti, jiwa dan perjalanan.

Jika pada umumnya pengguna akan dibingungkan dari agen-agen marketing perusahaan asuransi, berbeda dengan pasarpolis.com. Pengguna yang ingin menggunakan asuransi kesehatan misalnya cukup memasukan tanggal kelahiran mereka maka kebutuhan asuransi yang dibutuhkan  akan muncul berbagai paket seusai dengan jasa penyedia asuransi. Tampilan visual di pasarpolis.com sangat memudahkan pengguna untuk membandingkan antara satu penyedia dengan penyedia lain, tentu saja hal ini akan menguntungkan pengguna dalam hal kecepatan memilih. Pasarpolis.com selain menghadirkan kemudahan menggunakan platform yang disediakan , pasarpolis.com juga menghadirkan layanan via customer service sehingga pengguna juga dapat dengan mudah berkonsultasi secara langsung.


Pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia yang mencapai angka 125 juta memberikan angin segar terhadap bisnis yang sedang beradaptasi ke ranah digital. Salah satunya tentu bisnis asuransi yang masuk dalam kategori financial technology. Apalagi dengan nilai pasar asuransi di Indonesia yang ditaksir senilai $300.000.000 di tahun 2018.

Rabu, 19 Oktober 2016

The Tangible Assets Named Human Resource

Sebagian besar dari netizen sudah terbiasa untuk memberikan ulasan atau review untuk tempat makan, hotel atau tempat wisata. Kira-kira, sudah lazimkah kita me-review secara online tempat kerja? Ternyata situs pencari kerja online jobstreet memiliki fitur memberikan ulasan mengenai sebuah tempat kerja.

Pada era lama hingga awal tahun dua ribuan, mendapatkan pekerjaan adalah hal yang menantang. Beberapa perusahaan tampil kokoh sebagai institusi yang superior sehingga alur komunikasi hierarkis secara vertikal (atasan dan bawahan) di internal begitu terlihat dominan. Faktor yang mendukung budaya tersebut di era itu adalah dikarenakan: mencari pekerjaan itu sulit dan banyak SDM yang berminat pada posisi pekerjaan tersebut. 

Apa yang dilakukan Jobstreet dengan membuat fitur ulasan perusahaan tersebut, memiliki kemungkinan karena melihat fenomena yang berkembang saat ini. Fenomena tersebut yakni, banyak SDM yang lebih menyukai pola kerja dinamis dengan kultur komunikasi horizontal atau setara tanpa mengesampingkan hierarkis atau struktur organisasi perusahaan. Hal ini berarti, konsep yang semula memerintah menjadi mengajak melakukan tugas dan memberikan arahan, serta berbagai pola komunikasi sejenis yang lainnya. 

Selain itu, bila menggunakan pemikiran "everyone is a marketer", maka melakukan maintenance terhadap tingkat kepuasan dan produktivitas karyawan menjadi sangat penting. Sehingga perusahaan dapat terus sustainable karena profit yang bagus. Semuanya menjadi bagian dari pola karyawan senang, bekerja riang dan perusahaan berjalan gemilang. 

Dari sisi Public Relation, dikenal istilah internal communication untuk menjaga pola komunikasi internal sebuah perusahaan. Hal ini bertujuan, budaya yang ingin dibentuk seperti penyampaian komunikasi internal secara horizontal dapat berjalan dengan baik. Tujuannya supaya karyawan tidak merasa ditekan dan pihak pimpinan juga tidak merasa insecure apakah akan dicurangi karyawannya atau tidak.

Minggu, 09 Oktober 2016

Sense of Story and Sex

Apa yang ada dalam benak Anda ketika ditanyakan soal alat kontrasepsi berupa kondom? Bisa jadi persepsi setiap orang akan berbeda, tapi mungkin kebanyakan akan menjawab untuk menjaga kualitas sex yang aman dan mencegah kehamilan. Lalu bagaimana kalau Anda ditanya, merk kondom apa yang paling Anda kenal? Penulis yakin, Anda bisa menjawab lebih dari 1 merk. Hanya saja ada satu merk yang khusus akan dibahas dalam tulisan kali ini, Durex.

Bahkan soal urusan sex, kini Durex bermain dengan simbol-simbol yang lebih halus. Dalam kampanye terbarunya yang digulirkan di dunia maya dengan hashtag #EnaknyaDilamain, Durex menggunakan tanda yang implisit berupa chemistry antara dua sejoli yang saling memiliki ketertarikan secara fisik (dan sex). Sebagai alat kontrasepsi yang berfungsi untuk menjaga hubungan sex secara aman dan sehat dengan demikian, Durex juga ingin menunjukkan bahwa produk kontrasepsi ini adalah sarana untuk memberikan ekspresi cinta kepada pasangan. Iya, bahwa karena cinta, seseorang harus saling menjaga bagi dirinya maupun pasangannya, salah satunya dengan berhubungan sex secara aman dan sehat.



#EnaknyaDilamain diwujudkan dalam pesan berbentuk cerita bersambung melalui channel video Youtube. Episode pertamanya yang baru tayang tanggal 8 Oktober 2016 ini mengisahkan dua sejoli, tampilan eksekutif muda yang bertemu di lift. Sepintas pikiran "liar" kita mungkin berpikir mereka akan melakukan aksi seperti Anastasia Steele dan Christian Grey dalam film Fifty Shades of Grey. Tapi ternyata tidak, mereka tampak tertarik satu sama lain namun masih malu-malu. Mereka seperti berusaha menghentikan waktu yang hanya singkat itu, hanya untuk mereka habiskan berdua saja. 

Video episode pertama tersebut diakhiri dengan masuknya "pengganggu" yang seolah-olah membuat mereka berpikir "bagaimana ya caranya kami bisa berinteraksi lebih lama dan tanpa gangguan?". Dari pertanyaan tersirat itu, seolah-olah Durex muncul sebagai solusi untuk memberikan waktu yang lebih longgar, leluasa untuk ekspresi cinta. Kini, Durex membuat iklan kondom tidak harus berhubungan dengan baju seksi, bahasa tubuh yang sensual maupun verbal yang bernada eksplisit. Jadi, apakah Anda juga menginginkan rasa #EnaknyaDilamain?