Postingan

Dosen di Antara Expertise & Personal Branding

Gambar
Tampil menjadi seseorang yang dikenal publik akan keahliannya dalam menjalankan sesuatu tentu memiliki proses yang panjang di baliknya. Dalam ranah public relations, kami mendapat istilah tentang movers & shakers , yakni mereka para figur yang bergerak secara dinamis dan berpengaruh dalam setiap gerakannya. Dengan demikian mereka inilah tipe sosok yang memiliki personal branding yang kuat dengan mengolah keahlian ( expertise ) di dalamnya. Konsep tersebut mengingatkan kami saat bertemu dosen milenial dan juga sosok family man di salah satu universitas swasta Yogyakarta, Dr. Arif Sabta Aji yang telah meraih gelar doktoral di saat usianya masih dua puluh enam tahun. Simak hasil wawancara-nya yang menarik berikut: Apa arti personal branding bagi Anda? Sebenarnya, masing-masing individu butuh personal branding untuk meningkatkan kapabilitas dirinya. Dengan demikian exposure tentang value kita mampu meningkat dan harapannya dapat menularkan manfaat bagi orang lain. Bagaimana

Start Up & Millennial, Can You Relate?

Gambar
The description of start-up companies filled by millennial generation is relevant today. The dynamics of the rapidly developing IT world are identical with the cheerful and energetic millennial spirit. Likewise with Empat Kali, a Fintech (Financial Technology) platform with a peer to peer lending system that offers flexible payments through 0% interest installments for four times on several online store websites that have collaborated with it. Ghaldy - Social Media Strategist & CRM One of the millennial profiles in the Empat Kali Company that contributed to the start-up marketing process is Ghaldy Baldy Glend, Social Media Strategist & Customer Relations Manager. For Ghaldy, working at a start-up company under a foreign auspices requires extensive creative power. Moreover, since last June 2020, Empat Kali has been under the auspices of Afterpay from Australia. Even though Empat Kali is a Fintech industry, its services are closely related to the millennial lifestyle. Ghaldy ex

Tabita, Bicara Soal Diet dalam Bisnis & Gaya Hidup

Gambar
Tampil dengan balutan fashion yang chic, perempuan bernama lengkap Anditabita RD. MPH., menjelaskan tentang Livo Diet Center, bisnis seputar edukasi diet dan gizi yang digelutinya kepada Ardhi Widjaya & Co (Public Relations & Marketing Communication Consulting). Minat Tabita terhadap diet muncul sejak usia remaja SMA, ketika aktivitasnya sebagai tim cheerleaders mengorientasikannya untuk memiliki tubuh yang fit dengan postur proporsional. Hingga kini, diet bukan lagi sebagai sebuah gaya hidup, melainkan kebutuhan bagi Tabita.  Bisnis konsultasi diet dan  gizi dikembangkan alumnus Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat & Keperawatan Universitas Gajah Mada ini sejak tahun 2012. Saat itu nama yang diusung adalah NH Clinic yang merupakan singkatan dari Nutri Health Clinic. Karena bersinggungan dengan faktor perijinan, akhirnya di tahun 2015, bisnis tersebut rebranding menjadi Livo Diet Center. Keberuntungan berpihak untuk pengembangan Livo D

Knots Robes, Pancarkan Cantiknya Mempelai Wanita Sebelum Bersanding di Pelaminan

Gambar
Istimewa secara utuh, inilah yang menjadi idaman bagi para calon mempelai wanita di hari pernikahannya. Pandangan tersebut menjadi latar belakang Rebecca Winda, desainer di balik brand Knots Robes. Sebuah produk attire untuk digunakan sebagai jubah ( robe ) bagi seorang wanita saat sedang menjalani proses rias wajah, terutama di hari pernikahannya. Sang desainer yang akrab disapa Wind ini kemudian memulai mendesain robe saat beliau akan menikah di tahun 2018. Saat itu penggunaan robe sudah populer di luar negeri, hanya saja di Indonesia, calon mempelai wanita masih cenderung menggunakan kimono batik atau jubah dengan corak standard saat menjalani proses make up . Wind kemudian mendapat ide untuk mendesain robe sesuai dengan karakternya sendiri. Ternyata robe kreasi Wind yang dikenakan untuk pribadi, membuat rekan-rekannya tertarik untuk turut dibuatkan. Iya, mereka yang ingin terlihat menawan di dalam foto ketika sedang menjalani proses rias. Mulai awal 2019, terbentuklah bra

Concerning in Public Mental Health during COVID-19 Pandemic, Counsellors Speak…

Gambar
What happened in the second quarter of 2020 was something that shook the world. The outbreak of the COVID-19 pandemic besides causing the spread of the disease itself, it also has a devastating effect on the global financial crisis. Thus, even though they are not exposed to physical illness, many people have undergone mental health problems during this pandemic. A millennial woman who is also a legal practitioner, Agita Pasaribu, has a special concern for public mental health due to the pandemic. For that reason, she took the initiative to form Bullyid Indonesia, a non-profit organization that has provided a digital channel for free psychiatric and legal counseling since May 2020. The Platform Agita said, "The Bullyid Indonesia platform, apart from providing counseling for mental health and legal issues, also provides action services both in the realm of law and information technology". In this case, if a client feels intimidated by cyberbullying, the hatespeech materia

Kaleidoskop 2020: Perjuangan Luar Biasa

Gambar
Ide membuat kaleidoskop aktivitas ini sebenarnya sudah tercetus sejak 2019, hanya saja karena tahun lalu adalah tahun yang sangat padat karya bagi kami, sehingga susah untuk mengumpulkan semua co-partners dalam sebuah foto sesi. Tak bisa dipungkiri, ketika memasuki kuartal kedua tahun ini dan pandemi meradang, telah memberikan tantangan besar bagi Ardhi Widjaya & Co. Tantangan tersebut mulai dari mempertahankan bisnis klien dan bahkan mempertahankan bisnis kami sendiri mengingat banyak klien kami di industri pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi COVID 19. Dengan memanfaatkan waktu yang ada, akhirnya kami realisasikan foto sesi dalam rangka merekap berbagai peristiwa dan dinamika kerja yang kami lalui dalam bentuk kaleidoskop 2020.   Identitas Baru Kami mengawali tahun 2020 dengan mengganti logo baru yang memiliki tampilan lebih artsy dan catchy. Dengan tetap mengusung identitas korporat kami yang dominan hijau tosca dan putih, logo tersebut dikreasikan oleh Guntur N

Masa Pandemi/ Tidak, Begini Sebaiknya Cara Kampus Swasta Bermanuver!

Gambar
Dengan semakin berkembangnya potensi karir dan bisnis, hal ini membuat bermunculan berbagai macam pekerjaan maupun profesi yang belum pernah ada sebelumnya. Sebagai penunjang kompetensi dalam merespon disrupsi tersebut, tidak heran banyak sekolah tinggi atau institut yang melakukan inovasi dengan memperluas segmentasi pasar mahasiswanya dengan menjadikannya sebagai sebuah universitas (swasta). Tentu saja sebagai universitas, lembaga pendidikan swasta ini akan memiliki beberapa fakultas dengan jurusan-jurusan yang aplikatif di dunia kerja maupun bisnis. Namun jika ditinjau dari sisi pemasaran, apakah hal itu sudah dirasa cukup? Sales Call Hampir semua universitas swasta melakukan canvasing ke daerah-daerah untuk menggaet calon mahasiswa baru. Meski klasik, pendekatan model ini masih menjadi sarana pemasaran yang aplikatif. Untuk pelaksanaannya di era "new normal", tetap dapat dilakukan dengan membuka kerjasama dengan sekolah untuk berkomunikasi melalui daring. Seti