Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2010

Mempertegas Karakter Solutif dengan Mengolah Obiter Dictum

Gambar
figure: Socrates, source- http://teamsuperforest.org/superforest/wp-content/uploads/2009/12/socrates.jpg
“Kak, aku sebel deh sama pacarku, dia bawaannya curiga melulu...” atau “Mbak, saya tuh kalau ngomong sama klien di telepon lancar tapi kalau presentasi kayaknya saya nggak bakat deh..” atau “Gimana nih bro, gue dah nglamar ke mana – mana tapi blom dapet kerjaan juga...”. Beberapa dari kita kemungkinan sering menerima curhatan dengan nada seperti itu meskipun kita sendiri lagi pusing ditengah menghadapi bermacam – macam masalah. Memang terkadang kita juga perlu defense terhadap buangan keluhan – keluhan dari berbagai macam human being yang ada di sekitar kita. Namun satu hal yang perlu disyukuri adalah: Kita diberi kepercayaan oleh orang – orang yang melihat kapabilitas, stabilitas kita berada di atas mereka dikarenakan mereka sedang bergejolak.
Adalah Obiter Dictum, suatu istilah hukum dimana hakim memberikan pernyataan persuasif yang sebenarnya bukan suatu esensi dari kasus yang …