Rabu, 14 Mei 2014

Seksualitas Dalam Iklan Dior Homme


      Sophistication merupakan kemasan utama yang ingin disajikan pada produk parfum Dior Homme, itulah sebabnya kenapa produk Dior Homme selalu menyajikan endorser pria-pria dengan gaya rapi dengan menggunakan setelan jas dan sepatu fantofel layaknya yang ditampilkan pada endorser sebelumnya seperti Jude Law dan yang terkini Robert Pattinson.

Melalui tampilan model yang elegan memberi maksud pada auidens bahwa Dior Homme merupakan produk yang sesuai dengan pria-pria elegan: menyukai setelan klasik, mobil dengan tampilan berkelas dan tentu saja penampilan pribadi menggoda.
Parfum sendiri tampil sebagai sebuah produk yang mampu membuat pemakainya tampil lebih bergaya melalui aroma yang dipancarkannya. Aroma yang muncul dari tubuh seseorang juga dapat memunculkan imajinasi bagi orang lain yang menciumnya termasuk imajinasi yang berhubungan dengan kegairahan seksual seperti yang diungkapkan teori Freud berikut: "Dari mana datangnya ketegangan seksual yang muncul bersamaan dengan kepuasan zona rangsangan, serta apa yang menjadi sifat dasar ketegangan tersebut masih belum dapat dijelaskan. Anggapan yang ada, bahwa ketegangan ini berasal dari kenikmatan itu sendiri, tidak saja mustahil tetapi juga tidak dapat dipertahankan, karena selama  berlangsungnya kenikmatan terbesar yang berkaitan dengan pengosongan zat-zat seksual, tidak terjadi produksi ketegangan melainkan pelepasan ketegangan. Dengan demikian, kenikmatan dan ketegangan seksual hanya dapat dihubungkan secara tidak langsung"
Penulis akan mencoba membahas satu persatu yang mengkorelasikan antara parfum Dior Homme, iklan dan seksualitas serta Robert Pattinson dengan Camille Rowe sebagai pemeran pendukung dalam iklan tersebut.

Dior Homme
      Merupakan parfum keluaran rumah fashion tertua di dunia: Dior yang ditujukan untuk pria yang ingin menonjolkan sisi maskulinnya. Parfum ini terbuat dari aroma Virgina Cedar dan wewangian akar kayu. Aroma tumbuhan dan kayu yang diberikan oleh Dior Homme selain memunculkan sisi maskulin juga mampu meningkatkan kepercayaan diri pemakainya termasuk dalam memunculkan seduction atau godaan terhadap para perempuan.

Seksualitas dalam Iklan Dior Homme
       Hal ini jelas sekali tergambar pada beberapa adgennya seperti ciuman, pemeran pendukung perempuan (Camille Rowe) yang menunjukkan agresifitasnya serta bagian kaki dan paha yang terekspos.

       Reichert & Lambiase (2003) menyebutkan bahwa ada 5 jenis cara mensisipkan unsur-unsur seksual di dalam iklan, yaitu:

1. Nudity/dress
Menampilkan model dengan pakaian yang vulgar

2.Sexual behavior
Perilaku yang menjurus ke arah seksual, seperti, pose dan gerakan tubuh yang ‘menggoda’. Adapun interaksi antar 2 orang atau lebih yang menjurus ke arah perilaku seksual, seperti memeluk, mencium, dan hal-hal lainnya yang menjurus.

3. Physical attractiveness
Ketertarikan fisik yang ditonjolkan dengan kecantikan/keanggunan dari si fisik si model yang seksi.

4. Sexual referents Menampilkan suasana yang menampilkan arti ‘seksualitas’. Seperti setting cahaya yang remang-remang atau musik yang merepresentasikan keseksian (biasanya musik jazz tertentu).

5. Sexual embeds
Konten yang diinterpretasikan secara seksual oleh alam bawah sadar kita. Seperti benda-benda yang jauh dari kesan seksual namun dapat dikonotasikan sebagai salah satu bagian tubuh pria/wanita

Robert Pattinson & Camille Rowe
       Camille Rowe adalah sosok model muda asal Perancis kelahiran tahun 90 yang digambarkan menjadi selera para pria pemakai parfum Dior Homme. Lalu kenapa Dior memilih Robert Pattinson untuk menjadi endorser terbaru parfum Dior Homme? 
       Menurut penulis, alasan dipilihnya Robert Pattinson karena public mengenal Pattinson dalam film-filmnya (terutama sebagai vampire dalam Trilogi Twilight Saga), muncul sebagai tokoh pria yang selalu berpenampilan rapi dan menggoda tokoh-tokoh perempuan dalam film tersebut, contoh lain ada di film Cosmopolis serta Water for The Elephant. Hal ini dirasa sesuai dengan positioning yang dibangun oleh Dior Homme sebagai parfum bagi pria rapi berpenampilan klasik yang menggoda.
Berbicara mengenai seksualitas dalam iklan, menurut penulis, memang sebaiknya ada ikatan antara seksualitas dengan produk yang diusung konsep kreatifnya dalam sebuah iklan. Bila memang Dior Homme ditujukan untuk membangkitkan gairah seksual orang lain yang mencium aroma parfum tersebut dari si pemakainya maka memasukkan unsur seksualitas dalam iklan parfum Dior Homme sudah sesuai dengan positioning yang diusung merk tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Freud, Sigmund. 1910. Three Contributions to The Sexual Theory. Journal of Nervous and Mental Disease Publishing Company
Reichert, T. & Lambiase, J. 2003. Sex in Advertising: Perspectives on the Erotic Appeal. USA: Routledge

http://en.wikipedia.org/wiki/Nan_Goldin diakses pada Senin, 12 Mei 2014 pukul 14.23
http://en.wikipedia.org/wiki/Romain_Gavras diakses pada Senin, 12 Mei 2014 pukul 14.25