Selasa, 03 September 2019

Sentuh Sindrom FOMO Dalam Pemasaran

Sindrom FOMO yang merupakan singkatan dari Fear Of Missing Out adalah kondisi ketika seseorang takut dianggap kudet (kurang update), tidak kekinian apalagi trendy. Mengingat fenomena dunia maya yang kian cepat dengan munculnya informasi membuat masyarakat digital (netizen) makin mudah terdorong dalam sindrom FOMO tersebut.

Psikologi berperan besar dalam banyak kampanye maupun promosi yang sukses dan FOMO adalah salah satu strategi psikologis terbesar yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan keberhasilan upaya promosi. FOMO menjadi sebuah kekuatan ketika konsumen saat akses gadget mereka dan mendapat informasi baru mereka merasa “kok si ini sudah ngikutin tren itu sih”. Ini berlaku untuk pengguna dari semua kelompok umur.

Pengguna yang mengalami FOMO lebih cenderung terlibat di media sosial, dan dapat didorong untuk melakukan pembelian dipengaruhi oleh rasa ketakutan tersebut. Karena itu, ini merupakan alat yang sangat berguna bagi pemasar yang tidak boleh diabaikan.
Terdapat empat trik menarik dalam menjalankan strategi FOMO Marketing, apa saja?

Mendesak & Urgent!
Buat konsumen merasa terdesak kalau tidak segera mengambil keputusan mengonsumsi produk tersebut. Jadikan keputusan membeli tersebut adalah hal urgent yang layak untuk diambil. Contoh strategi ini terdapat pada proses peluncuran sepatu Adidas Yeezy 350 V2 Black bulan Juni 2019 silam yang terjual habis di outlet Daily Dose – Mall Grand Indonesia. Antusiasme konsumen sedemikian riuh karena produk hasil kolaborasi antara Adidas dengan penyanyi HipHop Kanye West ini diproduksi secara terbatas.

Mewakili Perasaan
Membawa target konsumen akan sebuah cerita yang menyentuh perasaannya akan menjadi hal yang menarik minat beli. Contohnya adalah konsep native advertising yang saat ini marak dijalankan oleh portal online seperti idntimes atau hipwee. Mereka mengawali iklan dengan memberikan berita atau informasi yang dekat dengan isu sosial netizen, lalu diakhiri dengan closing berupa sinkronisasi isu di awal informasi terhadap value dari sebuah brand atau produk.  

Promosikan Pengalaman dari suatu Produk
Milenial lebih menghargai pengalaman daripada menilai produk. Ini membuat acara promosi, termasuk acara seperti penjualan atau peluncuran produk baru, lebih mudah dari sebelumnya. Tidak ada yang mau ketinggalan sesuatu yang terjadi. Ini adalah bagian dari alasan orang berbaris berjam-jam untuk iPhone baru setiap tahun, bahkan jika iPhone lama mereka masih berfungsi — jika ada yang baru, mereka tetap tidak mau ketinggalan.
Konten buatan konsumen juga bisa ikut berperan di sini, mereka akan menunjukkan pengalaman sebagai  pelanggan dengan produk Anda yang bisa Anda bagikan di media sosial.

Memanfaatkan Eksklusivitas
Orang secara alami ingin diundang untuk bergabung dengan grup eksklusif. Eksklusivitas dapat menghasilkan pelanggan yang lebih loyal, serta menginspirasi rasa takut ketinggalan. Kelangkaan dan eksklusivitas juga bekerja sama dengan baik, dan pemikiran bahwa sesuatu itu eksklusif akan membuat pengguna lebih tertarik untuk mendaftar.
Contoh eksklusivitas adalah termasuk menawarkan sampel produk kepada hanya beberapa pelanggan terpilih (endorser) sebelum diluncurkan secara resmi.


Ketakutan bisa menjadi motivator yang kuat, terutama ketika ada ketakutan umum di antara target audiens yang bisa Anda pasarkan. Memanfaatkan ketakutan kehilangan yang sangat lazim dalam upaya pemasaran Anda dapat membantu memberi Anda pelanggan baru dan jalur laba yang lebih besar, terutama ketika Anda memanfaatkan strategi seperti menerapkan urgensi dan kelangkaan serta memanfaatkan bukti sosial. Pengguna tidak ingin ketinggalan apa pun, jadi pastikan mereka tahu mengapa mereka tidak ingin ketinggalan dengan brand yang Anda ciptakan.

Rabu, 12 Juni 2019

Ada Warung Di Hotel Adhisthana

Sebutlah "Warung Lawas", sebuah restauran dengan interior unik dan iringan lagu-lagu lawas yang berada di area hotel Adhistana yang terletak di area Prawirotaman - Yogyakarta. Penamaan Warung Lawas sejak 17 Mei 2019 ini merupakan hasil rebranding dari nama sebelumnya yakni Cafe Lawas 613. 

Rebranding dari brand kuliner ini tidak serta merta hanya merubah logo dan konsep promosi saja, melainkan menu-menu yang disajikan juga. Setelah membawa nama barunya, Warung Lawas mengusung menu-menu hasil kreasi Chef Ananda Putri (Nanduto Home Cooking) sebagai F&B specialist yang bertindak sebagai konsultan dalam pembentukan menu-menu baru sesuai dengan nama "Lawas" itu sendiri.

Signature dishes atau menu yang diunggulkan di Warung Lawas antara lain Nasi Rendang Jamur, Oseng Wagyu Mercon, Jenang Gempol dan Es Sirsak Kasumba sebagai menu nusantara. Sedangkan untuk menu internasional, yang diunggulkan antara lain Wagyu Dutch Steak, Spaghetti Chilli Con Carne dan Nanduto's nachos

Dari segi promosi, saat peluncurannya baru-baru ini, Warung Lawas menggandeng travelgram David Depe yang dikenal melalui akun Instagram @depepedia. Melalui acara tersebut, David juga turut mengundang sepuluh follower-nya yang beruntung untuk menikmati sajian otentik Warung Lawas bersama dirinya.

Kolaborasi antara Nanduto Home Cooking dengan Adhisthana Hotel tentunya memerlukan sinkronisasi secara detil dan mendalam untuk terciptanya sebuah harmonisasi. Oleh sebab itu, Ardhi Widjaya & Co selaku Public Relations consulting hadir di tengah kerjasama ini untuk mendukung dalam ruang lingkup corporate communication (internal relations). 

Senin, 20 Mei 2019

Inolabs Indonesia: Start Up yang Berfokus Pada IT Industri Medis


Sebenarnya, Inolabs Indonesia, sebuah start up yang berkantor di Sleman - DI Yogyakarta ini adalah klien lama Ardhi Widjaya & Co, Public Relations & Marketing Communication. Pada Agustus 2017 - Agustus 2018 lalu, Inolabs menggunakan jasa lembaga konsultan ini untuk ruang lingkup Corporate Communication & Strategic Management. Kemudian pada April 2019 ini, Inolabs kembali menjadi klien dalam ruang lingkup content marketing untuk blog di website inolabs.net serta media sosial resminya melalui Instagram, Facebook dan Twitter.

Perusahaan IT berskala start up ini didirikan pada tahun 2011 oleh empat orang mahasiswa dengan latar belakang studi IT di Yogyakarta. Diferensiasi yang diusung oleh start up ini adalah ruang lingkup produknya yang fokus pada industri medis yakni software apotek & klinik serta Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Produk-produk software tersebut juga diberi nama merek sesuai dengan segmentasinya antara lain: Inofarma sebagai software apotek, Inoklinik sebagai software klinik dan Inohospital sebagai software untuk manajemen Rumah Sakit.

Selain memiliki tiga produk software utama yang fokus terhadap industri medis, Inolabs juga menyediakan layanan custom project. Dalam hal ini, project yang terbilang sering dikerjakan oleh Inolabs di luar produk utama berupa software industri medis adalah pembuatan sistem dan marketing plan bisnis Multi Level Marketing (MLM). 

Sabtu, 06 April 2019

MANTAN MANTEN: Bauran Tradisi Dalam Gaya Hidup Kosmopolis

visinema pictures

Banyak celetukan di dunia maya dalam bentuk meme ataupun video singkat yang mengulik tentang mantan dan hal-hal menggelikan tentangnya serta ajakan untuk move on bagi para netizen. Sepintas ketika membaca judul film Mantan Manten-pun sempat terbersit gambaran celetukan netizen di dunia maya tersebut. Namun pandangan mulai berubah ketika melihat sosok aktor dan aktris yang berperan dalam film Mantan Manten, Atiqah Hasiholan dan Arifin Putra terlihat cukup memiliki pembawaan serius, bertolak belakang dengan karakteristik guyonan soal mantan yang bergulir di dunia maya.

Saat menikmati alur dan cerita dalam film Mantan Manten, yang tersirat menjadi topik utama tampaknya bukanlah sekedar percintaan, melainkan komitmen. Yasnina yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan di sini tergambar sebagai perempuan kosmopolitan yang ambisius dan berpegang teguh pada komitmen, termasuk hubungannya dengan Surya, sang kekasih yang diperankan Arifin Putra.

Tidak hanya komitmen dalam hubungan percintaan saja, Yasnina juga terlihat memiliki komitmen teguh terhadap karirnya sebagai seorang manajer investasi dengan atasan calon ayah mertuanya (Tio Pakusadewo). Sayangnya keteguhannya terhadap komitmen juga telah memunculkan ujian yang dahsyat terhadap hidupnya. Ujian yang memberikan momen titik balik tentang pilihan yang dituju, serta ujian yang menantang keikhlasannya.

Saat proses ujian itu menempanya, tak disangka Yasnina harus menghadapi seorang bernama Kusmarjanti, perempuan lanjut usia yang sangat menjunjung tinggi tradisi adat pernikahan Jawa melalui perannya sebagai seorang paes atau disebut juga dukun manten. Dalam hubungan Yasnina dengan Kusmarjanti, timbullah keraguan di diri Yasnina. Akankah Kusmarjanti memudahkan jalannya untuk meraih obsesinya yang sempat kandas atau haruskah dia menempuh jalan hidup baru yang berbeda dari apa yang diingini sebelumnya?

Film produksi Visinema Pictures yang ditayangkan mulai 4 April 2019 di seluruh bioskop di Indonesia ini berhasil membawa tokoh Yasnina yang seolah ingin mengajak para penontonnya untuk melihat realita kehidupan. Bukalah mata raga, jiwa dan pikiran untuk memaknai kejadian yang dialami, sederhana namun penuh makna. Penyutradaraan yang ditangani oleh Farishad Latjuba membuat cerita terasa mewakili perasaan penontonnya. Ditambah naskah karya Jenny Jusuf yang menyajikan dialog perpaduan Bahasa Inggris, Indonesia dan Jawa, terasa begitu mengalir dan apa adanya: memang begini gaya bahasa kaum priyayi kosmopolitan.

kaskus.co.id

Mengulik sisi pemasaran Mantan Manten, Visinema Pictures yang sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan Kaskus, khususnya Kaskus TV dengan membuat tayangan web series dan film-film pendek, menjadikan sarana daring ini sebagai media partner utama. Rilis trailer film Mantan Manten ditayangkan melalui kanal Kaskus TV dan langsung mendapat sambutan ratusan ribu penonton. Selain itu, informasi seputar pemeran dan ringkasan cerita film juga dibahas dalam program SANS (Santai Sore) di kanal Kaskus TV juga yang biasa dipandu oleh Kamal dan Feli.

instagram @JDid

Dari segi sponsorship, marketplace JD.id memberikan dukungan pula terhadap Mantan Manten. Apalagi segmentasi pemasaran JD.id yang mengarah pada memberi solusi belanja mudah dan cepat bagi kaum urban dan segala kesibukannya, cocok bila dikorelasikan dengan gaya hidup Yasnina di dalam film ini. 

Senin, 11 Maret 2019

Apa Co-Creation Cosmetics Pilihan Netizen?



Tidak dapat dipungkiri jika penampilan selebritis yang memukau akan membuat publik terpesona dan cenderung menginginkan penampilan seperti mereka. Berdasar insight itulah, banyak pemilik brand kecantikan melakukan co-creation yakni memunculkan rangkaian seri produk tertentu yang disejajarkan dengan citra selebritis yang dianggap sesuai dengan konsep produk kecantikan tersebut.

Berdasar data penelitian yang disusun oleh JAKPAT, terdapat 5 produk kosmetik dengan co creation terfavorit versi Netizen di sepanjang 2018. Berikut akan diulas satu persatu oleh Ardhi Widjaya & Co - PR & MarComm Consulting.

1. Maybelline - Gigi Hadid
Meski co-creation antara Nature Republic dan EXO sempat heboh, namun ternyata posisi pertama yang difavoritkan netizen adalah kolaborasi antara Maybelline & Gigi Hadid. Trend riasan yang disajikan dalam co-creation ini dari segi desain dan detail dari ketiga koleksi rias Maybelline ini mengungkap kisah kehidupan Gigi Hadid dan transisi gaya hidupnya dari Los Angeles ke New York City. Ternyata, kekasih Zayn Malik ini dianggap paling inspirasional bagi netizen Indonesia dari segi tata riasnya.

2. Kylie Cosmetics - Kim Kardashian
Istri Kanye West ini dipercaya membawakan co-creation Kylie Cosmetics untuk lipstik nude series KKW. KKW dari Kylie Cosmetics Crème Liquid Lipstick Collection memiliki cakupan warna yang tipis hingga sedang yang dapat berpadu cantik berdasarkan intensitas bibir yang diinginkan perempuan muda-dewasa Formula crème unik ini mengandung bahan pelembab untuk hasil yang mewah dan lembut. Memberikan kilau alami dan terasa sangat ringan di bibir.

3. Etude - Red Velvet
Girl Band Korea "Red Velvet" pada awal 2018 dipercaya untuk mengusung brand Lipstic Matte produksi Etude House. Matte Chic Lip lacquer tersebut memiliki lima varian yang diminati netizen remaja dan diberi nama sesuai nama personel Red Velvet yakni Irene Red, Seulgi Burgundy, Yeri Pink, Joy Grapefruit dan Wendy Brown.

4. Nature Republic - EXO
EXO sudah beberapa tahun terlibat kontrak co-creation dengan Nature Republic. Meski personil grup musik ini adalah laki-laki namun peminat produk skin care dan kosmetik-nya dari kaum hawa sangatlah banyak.

5. Elshe Skin - Tasya Farasya
Kita boleh berbangga ketika produk lokal juga menjadi unggulan netizen. Co-Creation produk skin care dari Elshe Skin dengan beauty social media influencer Tasya Farasya mampu memukau banyak penggemar dunia kecantikan di Indonesia. Co-Creation untuk produk ini menampilkan seri matte lipstick dengan warna nude collection.