Senin, 20 Maret 2017

Segmentation & Consumer Behavior


Masih relevankah saat ini kalau kita membuat segmentasi pasar berdasar Social Economic Strata (SES) saja? Seperti menengah ke atas dan menengah ke bawah. Bagi penulis, saat ini meski secara finansial memiliki kemampuan daya beli namun belum tentu bisa dikategorikan segmentasi pasar yang dituju oleh sebuah merk. Berdasar pengalaman menjalani konsultasi di beberapa klien, perilaku konsumen atau consumer behavior menjadi hal kuat yang melandasi terbentuknya segmentasi pasar.

Dalam artikel ini, konsep consumer behavior sendiri akan dibahas tidak hanya sebatas proses si konsumen dari mulai mengenal, memilih hingga memutuskan mengkonsumsi suatu produk melainkan perilaku yang menjadi kebiasaannya dalam menjalankan aktivitasnya dan berhubungan dengan suatu produk yang sedang berupaya menentukan segmentasi pasarnya. 

Seperti yang terjadi di ranah pemasaran online yakni e-commerce. Untuk produk yang dijual di portal e-commerce bisa jadi sama antara portal satu dengan yang lainnya. Namun, setiap portal e-commerce memiliki segmentasi yang berbeda-beda. Seperti elevenia dan mataharimall.com yang secara tampilan akan lebih menarik target pasar yang menyukai belanja fashion sembari mencari produk lain. Sedangkan Lazada dan Tokopedia cukup memiliki citra sebagai perwakilan e-commerce terpercaya untuk konsumen yang berniat  belanja produk elektronik serta belanja produk lain sebagai pilihan sekunder.

Membahas soal Lazada dan Tokopedia, entah dapat dibilang apple to apple atau bukan karena Lazada adalah perusahaan multinasional sedangkan Tokopedia adalah portal e-commerce dalam negeri, yang akan disampaikan di sini lebih kepada cara memperlakukan segmentasi pasar mereka. Tokopedia yang memiliki orientasi target pasar dalam negeri terlihat sejak awal berusaha cukup memahami segmentasi pasarnya yang punya kebiasaan "tanya-tanya" pada pembeli secara langsung. Sedangkan Lazada baru saja di awal 2017 ini merilis fitur kirim pesan kepada penjual, sebelumnya pertanyaan ditangani oleh customer service Lazada yang terkadang belum seakurat si penjual langsung dalam memberikan jawaban. Dengan adanya fitur kirim pesan ke penjual yang mulai disajikan oleh Lazada (Indonesia) tersebut, terlihat bahwa dia juga tidak ingin kehilangan segmentasi pasar yang memiliki perilaku "suka tanya-tanya" pada penjual langsung.

Bagi pebisnis start up, layaknya bisa menilik dari apa yang dilakukan perusahaan besar seperti Lazada maupun Tokopedia dalam menentukan segmentasi pasarnya. Dengan berusaha memahami perilaku konsumen yang disesuaikan dengan konsep produk kita maka akan lebih mudah untuk menemukan segmentasi pasar dan menjadi ceruk potensial bagi bisnis kita.

Kamis, 09 Februari 2017

Millenial Banking Ala QNB Indonesia


Gurun pasir yang disulap menjadi sebuah tempat yang modern, itulah yang terlintas ketika mendengar sebuah negara Qatar. Sebuah negara di teluk timur-tengah itu kini menjadi negara yang maju, negara yang kini juga dikenal dengan gelaran ajang balapan MotoGP di malam hari serta landscape-nya yang menjadi trademark negara ini. Di sisi lain, kemajuan negara teluk ini tak lepas dari kebijakan ekonominya yang luar biasa jika dilihat dalam satu dekade terakhir. Kebijakan itulah yang kemudian membuat sebuah bank nasional Qatar, QNB mengembangkan sayap bisnisnya ke kawasan Asia Tenggara. Indonesia yang juga memiliki prestasi dalam bidang ekonomi dalam menghadapi krisis global beberapa tahun yang lalu menjadikan alasan kuat QNB mengembangkan ekspansi bisnisnya ke Indonesia.

Tepat di 2011, QNB mengambil alih bank lokal di Medan, Sumatera Utara yang dikenal nama NV Chunghwa Shangyeh yang berdiri sejak 1913 silam. Karena pengalaman dalam bidang perbankan tersebut maka sejak tahun 2011, kolaborasi perusahaan perbankan ini memperkuat sistem permodalannya dengan melakukan right issue yang kemudian menjadikannya Qatar National Bank (QNB) serta merubah nama perseroan terbatasnya menjadi PT. QNB Kesawan Tbk. Seiring berjalannya kerjasama ini, di tahun 2014, QNB menjadi pemegang saham mayoritas dengan besaran 82,59% dan sejak saat itu merubah nama menjadi PT. Bank QNB Indonesia Tbk.
QNB sendiri bukan pemain baru di kancah perbankan dunia. Sejak tahun 1964, QNB sudah mencengkeramkan kukunya di kancah ekonomi dunia khususnya di kawasan Timur Tengah. Atas prestasinya sejak tahun 1964 itu, Euromoney menganugerahi penghargaan sebagai “Bank Terbaik Timur Tengah” dan “Salah Satu dari 50 Bank Teraman di Dunia” oleh majalah Global Finance di tahun 2013.

Selama kiprahnya di Indonesia, QNB bank berusaha mempertahankan predikatnya sebagai bank teraman dengan perhatiannya di bidang teknologi informasi mengingat kejahatan cyber kian marak dewasa ini. Komitmen inilah yang coba dibangun oleh QNB Indonesia melihat kemajuan serta kemudahan teknologi informasi  di Indonesia yang kemudian mendorong QNB Indonesia mencoba menawarkan sebuah layanan produk jasa perbankan yang memudahkan nasabah melakukan transaksi perbankan di manapun nasabah berada yang dikenal dengan mobile banking (m-banking). Meski bukan hal baru tapi QNB Indonesia berusaha melakukan inovasi dalam layanannya tersebut. Hal ini merupakan komitmen QNB Indonesia melihat potensi ekonomi masyarakat yang cukup baik, terutama di kalangan anak muda yang memiliki mobilitas tinggi serta kebutuhan tinggi di dunia perbankan yang seiring bertumbuh dengan menguatnya perekonomian negara. Oleh karenanya setelah melakukan research & development mendalam,  di kuartal terakhir 2016 lalu QNB Indonesia meluncurkan sebuah layanan  aplikasi mobile banking (m-banking) yang diberi nama DooEt+ (baca:duit plus).

DooEt+ merupakan layanan mobile banking yang memudahkan nasabahnya untuk melakukan berbagai transaksi perbankan seperti cek saldo, transfer dana, beli pulsa, serta bayar berbagai tagihan yang dapat dilakukan dalam 1 aplikasi DooEt+ tersebut. Fitur lain yang menarik dan cukup berbeda dari layanan mobile banking lainnya adalah nasabah bisa menggunakan nomor handphonenya sebagai virtual account dan dapat juga dihubungkan dengan rekening tabungan nasabah yang sudah ada sehingga nasabah tidak perlu repot menggunakan banyak rekening akun untuk transaksi.  Fitur ini tentunya memudahkan nasabah terutama generasi milenial yang gemar melakukan transaksi perbankan tanpa harus antri di mesin ATM (melalui gadget smartphone).

Dengan smartphone yang selalu berada dalam genggaman tangan, aplikasi DooEt+ bisa langsung diakses untuk memudahkan transaksi perbankan. Kelebihan lain dari aplikasi ini juga tak berhenti di situ saja, dari sekian aplikasi mobile banking mungkin DooEt+ yang mampu memberikan added value lebih. Salah satunya adalah promosi–promosi menarik dengan café atau resto favorit di beberapa kota besar. Hal ini tentunya menggembirakan mengingat segmentasi generasi milenial yang gemar kongkow  di café  atau mereka yang berprofesi sebagai freelancer dan mereka yang memilih ber-mobile office sembari meeting dengan klien di resto.  Munculnya DooEt+ yang dibarengi dengan strategi promo ini menjadi daya tarik sendiri bagi para nasabahnya, tidak hanya memudahkan transaksi semata namun juga memberikan benefit lain untuk para nasabah.

Kini kehadiran DooEt+ menjadi jawaban bagi nasabah era milenial yang menginginkan sebuah layanan perbankan yang komplit dan praktis untuk melakukan transaksi  ditambah lagi penawaran–penawaran menarik yang bisa didapatkan selama menjadi nasabah, tentunya menjadikan nasabah QNB Indonesia yang dinamis ini makin ceria dalam bertransaksi. Layanan bermutu DooEt+ dari QNB Indonesia ini bisa diunduh di Play Store maupun Apple Store.

Ditulis Oleh: Eduardo Herlangga

Sumber gambar:
http://blog.viacom.com/2014/03/scratch-reveals-bankings-increasing-irrelevance-among-millennials/

Sumber bahan:
http://www.qnb.co.id

http://www.infokomputer.com/2016/11/berita-reguler/aplikasi-dooet-bentuk-inovasi-digital-bank-qnb-dalam-mobile-banking/


Jumat, 20 Januari 2017

Mens Rea Dalam Publik Internal (2)



Masih membicarakan mens rea atau yang dalam istilah hukum diartikan sebagai sikap batin seseorang dalam melakukan suatu tindakan (kejahatan). Yang seperti tulisan sebelumnya, mens rea kali ini dielaborasikan dengan ruang lingkup publik internal dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Dalam pembahasan "Mens Rea Dalam Publik Internal (1)", disampaikan terkait peran public relation dalam menjaga hubungan antara pemegang saham (investor) dan level top manajemen mengingat mereka punya  sikap batin (mens rea) yang dimungkinkan untuk dijalankan sesuai keinginan maupun ambisi masing-masing pribadi. masih di ruang lingkup publik internal, bagaimana jika mens rea muncul di kalangan pegawai atau staf dan cara praktisi public relation menangani hal ini?

Sebenarnya, hal ini adalah masalah yang kerap terjadi di sebagian besar organisasi atau perusahaan. Kita ambil contoh soal munculnya sikap batin (mens rea) atas dasar kekecewaan terhadap perusahaan misal bonus tidak transparan, uang lembur kurang, tunjangan yang didapat tidak sesuai dengan level jabatan dan lain-lain. Memang, seorang public relation bukanlah HRD, namun apabila muncul masalah tersebut, sebagai person in charge yang bertanggung jawab menjaga relasi antar publik khususnya di ruang lingkup internal, selayaknya seorang praktisi PR melakukan monitoring motivasi supaya tidak terjadi krisis hubungan top-down (manajemen ke staf). 

Bila sebagian dari staf mengalami kekecewaan dan mens rea (sikap batin) ini mampu mendukungnya menyebarkan isu-isu yang membuat staf lain menjadi berpikiran negatif terhadap perusahaan maka PR harus peka terhadap hal ini. Kemungkinan pihak top manajemen dalam melihat hal ini akan menganggap bahwa pihak-pihak tersebut adalah pihak yang tidak produktif dalam bekerja. Dengan demikian tantangan bagi si PR adalah mampu masuk ke semua lini: menyelami menjadi buruh, pegawai, supervisor bahkan menyelami keinginan top manajemen. 

Setelah berusaha menyelami apa keinginan dari level karyawan, seorang PR sebaiknya mencoba tetap dekat dengan mereka untuk memastikan motivasi mereka dalam bekerja dan berinteraksi dengan manajemen tetap stabil, jadi PR tidak bisa eksklusif semata-mata mewakili top manajemen (saja). Secara paralel, si PR dapat menyampaikan aspirasi para karyawan tersebut ke pimpinan atau jajaran top manajemen tanpa berusaha "menghakimi" atas kebijakan yang mereka berikan. Contoh untuk menjembatani prasangka antar level top-down ini bisa dengan mengadakan sebuah general meeting atau sarasehan. Forum ini dibuat dengan nuansa kekeluargaan supaya bila terjadi perdebatan-pun akan terasa horisontal alur komunikasinya sehingga tidak meninggalkan hard feeling. Manajemen dapat menjelaskan landasan atas kebijakan yang diterapkan dan staf bebas bertanya, hanya saja tugas PR adalah memastikan segala macam bentuk dialog dalam forum ini masih mengarah pada koridor untuk menjaga visi-misi organisasi maupun perusahaan.


Senin, 09 Januari 2017

Mens Rea Dalam Publik Internal (1)


Menjaga hubungan dengan publik di lingkungan internal sebuah organisasi juga menjadi peran penting seorang public relation. Penulis yang tertarik dengan istilah hukum, mencoba mengeksplorasi tantangan bagi seorang public relation ketika mendapati itikad yang tidak baik di lingkungan publik internal. 


Itikad merupakan hal yang sangat berhubungan dengan mentalitas seseorang, inilah yang disebut dalam istilah hukum sebagai Mens Rea, yakni mental negatif atau sikap batin untuk mendukung seseorang melakukan tindakan (kejahatan) (Zainal Abidin Farid, 1995). Karena Mens Rea yang dibahas di sini erat hubungannya dengan publik internal, kita ketahui dulu bahwa publik internal adalah semua elemen yang mempengaruhi secara langsung dalam keberhasilan perusahaan seperti  karyawan, manajer, supervisor, pemegang saham, dewan direksi perusahaan dan sebagainya. 

Pembahasan dalam artikel ini akan mengacu pada Mens Rea dari jajaran pemegang saham serta dewan direksi. Bila di lingkungan karyawan yang sering muncul adalah sikap batin (mens rea) untuk bersaing dengan work peers, belum tentu di kalangan pemegang saham dan dewan direksi yang tampak "nyaman" di posisi bos tidak ada persaingan.

Seorang public relation akan berupaya menyatukan berbagai visi pemegang saham supaya dewan direksi dapat meneruskannya sebagai misi untuk dijalankan secara strategis beserta tim di perusahaan tersebut. Penyatuan visi ini adalah cara seorang PR menegasikan mens rea (berusaha meminimalisir kepentingan pribadi masing-masing pemegang saham) demi keberlangsungan atau sustainability perusahaan. Tak bisa dipungkiri seorang pemegang saham ketika memiliki antusiasme untuk menanamkan modal tentu berharap tingkat profitabilitas perusahaan tempat dia menanam saham dapat berjalan sesuai kehendaknya dengan peran direksi sebagai "panglima"nya. 

Memang dengan pembentukan visi dan misi organisasi akan menjadi landasan utama bagi seorang PR untuk mengembalikan semua kepentingan yang muncul dari sikap batin masing-masing pemegang saham supaya tetap sejalur dengan kesepakatan semua pihak yang mendukung jalannya sebuah perusahaan. Hanya saja tingkat fluktuatif likuiditas perusahaan, mau tidak mau akan mempengaruhi kemunculan mens rea di kalangan mereka. Seorang PR wajib mendengarkan segala "celoteh" pemegang saham dan dewan direksi tentang ideologi mereka untuk perkembangan perusahaan, bersikaplah netral dan telaah bahwa setiap mens rea dalam ideologi yang mereka sampaikan itu harus dihilangkan (negasi). Kemudian usulkan sebuah kesepakatan dan berikan penjelasan argumentatif bahwa draft kesepakatan tersebut adalah sumbangsih dari pemikiran setiap pemegang saham serta dewan direksi untuk perkembangan perusahaan. 

"Ketegangan Mens Rea" akan acapkali ditemui oleh praktisi PR dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bila sebuah perusahaan sudah terbiasa dengan corporate culture yang nyaman seperti dominannya karakter kekeluargaan, ketegangan itu pasti tidak akan berlangsung lama dan mens rea akan pudar dengan sendirinya.

Daftar Pustaka

Abidin, A. Zainal. Hukum Pidana I. Sinar Grafika. Jakarta: 1995

http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-eksternal-public-relations-dan-internal-public-relations-lengkap/


       

Kamis, 08 Desember 2016

The MSI "Game" With Assassin's Creed


Bagi kebanyakan orang, bermain game mungkin menjadi sekedar sarana mengusir kebosanan. Tapi bagi sebagian yang lain, game bisa jadi hal yang sangat menarik antusiasme dan menjadi bagian dari aktivitas mereka sehari-hari. Ceruk pasar inilah yang membuat berbagai produsen notebook dan PC gaming ikut-ikutan berkompetisi untuk memenangkan "game" dalam market ini, tak terkecuali MSI.
    MSI sebagai salah satu produsen notebook dan PC dari Taiwan yang secara khusus menyasar segmentasi gamer memunculkan gerakan dahsyat di penghujung 2016 dan awal 2017 ini. Ibarat gerakan parkour yang lincah dan gesit, begitu pula cara MSI bertarung dengan para kompetitornya melalui kolaborasinya dengan game Assassin's Creed dan 20th Century Fox.

     Sudah banyak memang cerita film yang diangkat dari game fenomenal, seperti Mortal Kombat, Street Fighter, Tomb Raider dan sebagainya, namun Assassin's Creed memberikan gebrakan fantastis dengan kolaborasi-nya bersama perusahaan-perusahaan ternama. Game besutan Ubisoft ini mampu menarik minat Sony Pictures untuk mengangkatnya ke layar lebar yang saat itu memulai negosiasinya di tahun 2011. Kini, film yang disutradarai oleh Justin Kurzel dengan pemeran utama Michael Fassbender ini mulai didistribusikan oleh 20th Century Fox di minggu terakhir Desember 2016 ke bioskop di seluruh dunia.

     Bagi penggemar game Assassin's Creed, memiliki pengalaman merasakan permainan yang selama ini hanya mereka mainkan di dunia maya kemudian menjadi kenyataan bisa disebut sebagai cita-cita dalam naluri gamer sejati. Mengacu pada insight tersebut, MSI kemudian mengambil peran dalam menjalankan activation yang berorientasi pada upaya mendongkrak penjualan notebook dan PC gaming yang diproduksinya. Korelasi yang kemudian muncul adalah adanya "Assassin's Creed Movie Lucky Draw", di mana MSI akan memberikan kesempatan gamer sekaligus fans Assassin's Creed sejati untuk merasakan pengalaman berpetualang ala Aguilar de Nerha melalui perjalanan eksklusif bertama game ini di London atau Tokyo, syaratnya tentu saja dengan membeli notebook/ PC gaming MSI tipe tertentu. Hebatnya, kontes ini diselenggarakan serentak di 15 negara. Jadi, buat Anda yang mendambakan petualangan Assassin's Creed, sudah siapkah bertarung dengan "Assassin" dari negara lain?

Sources:
http://www.jagatreview.com/2016/12/gelar-screening-film-assassins-creed-msi-siap-bagikan-beragam-hadiah-menarik/

https://id.wikipedia.org/wiki/Assassin's_Creed_(film)