Minggu, 23 September 2018

Optimasi SDM Dengan Talent Acquisition


Kebanyakan dari kita sudah terbiasa dengan proses rekrutmen SDM. Mulai dari seleksi administratif dari CV, lalu front interview, psikotest, wawancara dengan user dan bila perlu ada medical check up. Ada hal lain yang perlu diperhatikan untuk mengeksplorasi SDM supaya kompetensinya dapat dimaksimalkan dalam menjalankan kinerjanya dalam perusahaan yakni dengan metode talent acquisition.

Metode talent acquisition berguna untuk memastikan si SDM tersebut cocok untuk bekerja pada sebuah perusahaan, tidak hanya dalam hal kompetensi tapi juga perilakunya yang senada dengan budaya perusahaan. Berikut adalah lima tahapan talent acquisition menurut eskill.com:

  1. Perencanaan dan Strategi. Menetapkan strategi talent acquisition yang solid membutuhkan banyak perencanaan. Tidak seperti perekrutan, perolehan SDM memerlukan pandangan yang lebih dalam pada sifat bisnis Anda dan pemahaman tentang kebutuhan kompetensi SDM di masa mendatang. 
  2. Employer Branding. Memastikan bahwa branding perusahaan Anda jelas dan menarik adalah elemen utama dalam talent acquisition. Ini melibatkan pengembangan citra positif dan budaya perusahaan, serta membangun reputasi yang baik berdasarkan produk dan layanan berkualitas. Branding yang solid menarik kandidat teratas sembari memberi mereka pandangan tentang bagaimana rasanya bekerja untuk perusahaan Anda.
  3. Segmentasi Jabatan. Pengambilan SDM bergantung pada pemahaman segmen pekerjaan/ jabatan yang berbeda di dalam perusahaan, serta posisi yang berbeda dalam segmen tersebut. Tidak hanya Anda membutuhkan pemahaman mendalam tentang pekerjaan internal perusahaan Anda, Anda juga harus mengetahui keterampilan, pengalaman, dan kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing posisi/ jabatan tersebut.
  4. Klasifikasi Kompetensi. Kompetensi yang baik berasal dari berbagai latar belakang SDM. Melalui talent acquisition, Anda meneliti dan mengenali berbagai tempat di mana Anda dapat memperoleh kandidat. Setelah Anda menjalin kontak dengan kandidat potensial, Anda harus mempertahankan dan membangun hubungan tersebut. 
  5. Matriks & Analisis. Akhirnya, tidak ada strategi talent acquisition yang lengkap tanpa menggunakan matriks untuk melakukan pelacakan dan analisis yang tepat. Dengan mengumpulkan dan menganalisis informasi terkait, Anda dapat terus meningkatkan proses perekrutan Anda dan membuat keputusan perekrutan yang lebih baik, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas SDM hasil rekrutan Anda.

Senin, 10 September 2018

Eksplorasi SDM Milenial dengan Smart Class


Beberapa kali Ardhi Widjaya & Co pernah menemui ungkapan sebagian orang SDM yang menyampaikan ribetnya mengurusi SDM milenial. Saat pekerjaan ada SOP dan aturan, mereka merasa punya aturan sendiri, saat hasil kurang maksimal yang disalahkan instruksi yang kurang clear atau standardisasi manajemen yang menurutnya jauh dari ekspektasi si SDM milenial tersebut. Tidak jarang pula dari mereka yang menggunakan perusahaan sebagai ajang eksistensi semata "ini lho gue kerja di tempat famous which is banyak orang-orang keren kerja di sini". Giliran berhadapan dengan target, deadline dan aturan perusahaan mereka "keok". 

Meski demikian stereotype milenial, mereka juga memiliki energi yang tinggi dan ide yang cukup brilian untuk pengembangan perusahaan. Lalu, bagaimana caranya membuat mereka bisa "engage" dengan perusahaan termasuk dengan budaya dan aturan-aturannya? Salah satu cara menurut Ardhi Widjaya & Co, PR & MarComm consulting adalah bisa menggunakan metode smart class.

Inilah metode yang membuat mereka merasa bisa didengar, dilihat eksistensinya dan diketahui maunya (visinya) apa. Ajak mereka untuk membagi segala hal yang mereka ketahui dan menurut mereka, mereka cukup expert di bidang itu. Entah itu memotret, menulis konten, tips traveling hemat atau bahkan mengedit foto selfie terbaik dengan kamera "jahat" sekalipun. 

Biarkan mereka menyampaikan dengan gaya bahasa yang peer to peers meski mereka tidak hanya presentasi di hadapan rekan kerja sejawat tetapi juga di depan jajaran manajemen. Meskipun kadang materi yang disampaikannya tidak berhubungan langsung atau bahkan tidak ada hubungan sama sekali dengan pekerjaannya, setidaknya dengan merasa sudah "diakui kelebihannya" membuat mereka bisa lebih mau membaur dengan hal-hal hierarkis perusahaan.

Senin, 04 Juni 2018

Tantangan Public Relations Dalam Disrupsi Digital


Begitulah judul talkshow yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Mercu Buana Yogyakarta di hotel Dafam Fortuna Seturan pada Minggu, 3 Juni 2018. Talkshow yang sekaligus digabung dengan acara buka puasa ini dihadiri sekitar enam puluh mahasiswa dan alumni FIKOM UMBY.

Tiga pembicara dihadirkan dalam kesempatan tersebut yakni Daru Wibowo selaku ketua Perhumas Yogyakarta, Khairul Anwar sebagai perwakilan H3Y (Himpunan Humas Yogyakarta sekaligus MarComm Manager Royal Ambarrukmo dan Ardhi Widjaya - Managing Partners Ardhi Widjaya & Co - PR & MarComm Consulting.

Daru Wibowo banyak memaparkan tentang perubahan perilaku sebelum dan sesudah disrupsi digital. Seperti contoh jaman dulu, penanda tempat makan yang enak adalah banyak kalendernya. Namun sekarang orang akan lebih banyak mempercayai ulasan di google, trip advisor maupun portal sejenis lainnya.

Khairul Anwar menjelaskan tentang pentingnya eksposisi visual baik fotografi maupun video sebagai sarana pemasaran brand di dunia digital. Beliau banyak menjelaskan contoh yang digunakan oleh Royal Ambarrukmo, Hotel Tentrem dan juga Hyatt Regency.

Untuk melengkapi ketiga pembicara, Ardhi Widjaya menyampaikan tentang cara pengiriman pesan kepada netizen melalui dunia digital. Hal tersebut dapat diupayakan dengan pembuatan konten blog dan caption social media yang menarik. Selain itu pemilihan influncer atau KOL (Key Opinion Leader) di social media selayaknya tidak hanya mempertimbangkan nominal subscriber atau follower-nya saja, tapi sejauh mana influencer tersebut memiliki engagement yang tinggi dengan para followernya.

Kristina Andriyani, M.Ikom selaku Kaprodi FIKOM UMBY menyampaikan bahwa talkshow ini adalah bagian dari eksplorasi kemampuan komunikasi mahasiswa dalam ruang lingkup Public Relations. Hal itu meliputi dari koordinasi dalam perancangan event, komunikasi relasi dengan vendor dan juga event management.

Senin, 07 Mei 2018

Strategi Memilih Key Opinion Leader di Instagram


Penulis semacam mendapatkan "penyegaran" pikiran ketika melihat feed akun instagram @BudeSumiyati yang memajang foto ekspresi pokerface dengan caption lucu menggelitik. Di media sosial, bintang iklan tidak lagi harus tampak sempurna secara fisik seperti aturan tak tertulis iklan konvensional. Pengaruh atau influence menjadi materi yang lebih diutamakan dalam menempatkan iklan pada endorser media sosial, contohnya akun @BudeSumiyati tersebut.

Namun terkadang kita berpikir, bagaimana supaya iklan kita via endorser mendapatkan engagement yang bagus? Tentunya akan berujung pada brand awareness dan perubahan consumer behavior for tending to buy (the product). Kami selaku consultant yang menangani bidang content marketing, sempat mendapatkan klien yang ingin brand-nya dibuat "noise"-nya oleh beberapa KOL (Key Opinion Leader) di Instagram. Kami sempat menyarankan beberapa troopers yakni pegiat Instagram dengan jumlah follower 1-9 ribu namun mereka memiliki tingkat engagement yang tinggi dengan followernya. Sebab karakter KOL ini  justru lebih ramah di media sosial karena mereka rajin menjawab komentar dan terus mengajak follower-nya berinteraksi. Sayangnya klien kami lebih memilih figur selebgram dengan follower di atas 50K. Tidak dipungkiri, kebanyakan klien masih melihat kuantitas follower daripada kualitas interaksi atau engagement di akun para KOL tersebut walaupun banyak interaksi spam di kolom komentar seperti iklan pemutih-peninggi-pelangsing-pembesar.

Meski terdapat beberapa platform digital yang bisa digunakan untuk melihat tingkat engagement sebuah akun media sosial, sebagai pelaku public relation, ada beberapa pola strategi konvensional yang dapat kami sarankan untuk memilih KOL yang tepat sasaran:


  1. Stalking, perhatikan konsep postingan si calon KOL, seberapa besar potensi mengundang interaksi dan bukan hanya sekedar eksposisi atau ekspresi narsisme pribadi si pemilik akun saja
  2. Cek following dan follower-nya, memang bisa bikin mata "jereng" hanya saja kita perlu tahu tipe-tipe akun yang difollow maupun memfollow calon KOL tersebut sesuai dengan segmentasi brand yang akan kita iklankan atau tidak.
  3. Bahasa caption, perhatikan cara si calon KOL membuat caption. Pilih yang rutin membuat caption bernada interaktif, seperti mengajukan pertanyaan atau memberikan ajakan.
  4. Tanyakan budget, setelah merasa cocok dengan 3 poin tersebut di atas, tanyakan berapa budget promosi via akun tersebut, mulai dari sekedar paid promote, endorse ata pemasangan insta story.
  5. Beri brief, jangan lupa si KOL yang sudah Anda yakini mampu mengiklankan brand/ produk Anda untuk tetap diberi brief seperti bagaimana cara dia berpose dan membuat caption untuk postingan tentang brand/ produk Anda tersebut.






Rabu, 20 Desember 2017

Eco-Printing Batik Demo by Lemospires at GM Coffee & Lounge


Minggu malam, 17 Desember 2017 lalu semakin semarak di GM Coffee & Lounge, GF 1 Hartono Mall - Yogyakarta dengan adanya demo batik eco-printing dan mini fashion show. Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi GM Coffee & Lounge sebagai tempat kuliner yang menyajikan menu-menu khas nusantara dengan Lemospires batik, sebuah brand batik dan fesyen yang beralamatkan di Umbulharjo - Yogyakarta.

Puthut Ardianto selaku desainer dari Lemospires batik dengan penuh semangat menunjukkan kreasi hasil cetakan pewarnaan alam yang berasal dari daun jati menjadi sebuah pola batik dalam kesempatan tersebut. "Daun-daun jati ini kami ambil dari perkebunan jati di sekitar dusun Sumberwatu-Prambanan Yogyakarta, setiap hasil cetakan mampu menghasilkan warna yang berbeda tergantung material kain yang digunakan, bila sutra menjadi keoranyean, bila katun bisa kebiruan atau keunguan" ungkap Puthut. 

Selain adanya live demo membatik eco-printing menggunakan daun jati, pengunjung GM Coffee & Lounge juga dihibur dengan adanya mini fashion show. Mini fashion show tersebut menampilkan model dengan baju hasil modifikasi dari batik eco-printing rancangan Puthut melalui brand Lemospires. Tampak berbagai couture dari batik eco-printing Lemospires ini cocok digunakan untuk berbagai gaya termasuk bagi perempuan berhijab.