Sabtu, 06 April 2019

MANTAN MANTEN: Bauran Tradisi Dalam Gaya Hidup Kosmopolis

visinema pictures

Banyak celetukan di dunia maya dalam bentuk meme ataupun video singkat yang mengulik tentang mantan dan hal-hal menggelikan tentangnya serta ajakan untuk move on bagi para netizen. Sepintas ketika membaca judul film Mantan Manten-pun sempat terbersit gambaran celetukan netizen di dunia maya tersebut. Namun pandangan mulai berubah ketika melihat sosok aktor dan aktris yang berperan dalam film Mantan Manten, Atiqah Hasiholan dan Arifin Putra terlihat cukup memiliki pembawaan serius, bertolak belakang dengan karakteristik guyonan soal mantan yang bergulir di dunia maya.

Saat menikmati alur dan cerita dalam film Mantan Manten, yang tersirat menjadi topik utama tampaknya bukanlah sekedar percintaan, melainkan komitmen. Yasnina yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan di sini tergambar sebagai perempuan kosmopolitan yang ambisius dan berpegang teguh pada komitmen, termasuk hubungannya dengan Surya, sang kekasih yang diperankan Arifin Putra.

Tidak hanya komitmen dalam hubungan percintaan saja, Yasnina juga terlihat memiliki komitmen teguh terhadap karirnya sebagai seorang manajer investasi dengan atasan calon ayah mertuanya (Tio Pakusadewo). Sayangnya keteguhannya terhadap komitmen juga telah memunculkan ujian yang dahsyat terhadap hidupnya. Ujian yang memberikan momen titik balik tentang pilihan yang dituju, serta ujian yang menantang keikhlasannya.

Saat proses ujian itu menempanya, tak disangka Yasnina harus menghadapi seorang bernama Kusmarjanti, perempuan lanjut usia yang sangat menjunjung tinggi tradisi adat pernikahan Jawa melalui perannya sebagai seorang paes atau disebut juga dukun manten. Dalam hubungan Yasnina dengan Kusmarjanti, timbullah keraguan di diri Yasnina. Akankah Kusmarjanti memudahkan jalannya untuk meraih obsesinya yang sempat kandas atau haruskah dia menempuh jalan hidup baru yang berbeda dari apa yang diingini sebelumnya?

Film produksi Visinema Pictures yang ditayangkan mulai 4 April 2019 di seluruh bioskop di Indonesia ini berhasil membawa tokoh Yasnina yang seolah ingin mengajak para penontonnya untuk melihat realita kehidupan. Bukalah mata raga, jiwa dan pikiran untuk memaknai kejadian yang dialami, sederhana namun penuh makna. Penyutradaraan yang ditangani oleh Farishad Latjuba membuat cerita terasa mewakili perasaan penontonnya. Ditambah naskah karya Jenny Jusuf yang menyajikan dialog perpaduan Bahasa Inggris, Indonesia dan Jawa, terasa begitu mengalir dan apa adanya: memang begini gaya bahasa kaum priyayi kosmopolitan.

kaskus.co.id

Mengulik sisi pemasaran Mantan Manten, Visinema Pictures yang sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan Kaskus, khususnya Kaskus TV dengan membuat tayangan web series dan film-film pendek, menjadikan sarana daring ini sebagai media partner utama. Rilis trailer film Mantan Manten ditayangkan melalui kanal Kaskus TV dan langsung mendapat sambutan ratusan ribu penonton. Selain itu, informasi seputar pemeran dan ringkasan cerita film juga dibahas dalam program SANS (Santai Sore) di kanal Kaskus TV juga yang biasa dipandu oleh Kamal dan Feli.

instagram @JDid

Dari segi sponsorship, marketplace JD.id memberikan dukungan pula terhadap Mantan Manten. Apalagi segmentasi pemasaran JD.id yang mengarah pada memberi solusi belanja mudah dan cepat bagi kaum urban dan segala kesibukannya, cocok bila dikorelasikan dengan gaya hidup Yasnina di dalam film ini. 

Senin, 11 Maret 2019

Apa Co-Creation Cosmetics Pilihan Netizen?



Tidak dapat dipungkiri jika penampilan selebritis yang memukau akan membuat publik terpesona dan cenderung menginginkan penampilan seperti mereka. Berdasar insight itulah, banyak pemilik brand kecantikan melakukan co-creation yakni memunculkan rangkaian seri produk tertentu yang disejajarkan dengan citra selebritis yang dianggap sesuai dengan konsep produk kecantikan tersebut.

Berdasar data penelitian yang disusun oleh JAKPAT, terdapat 5 produk kosmetik dengan co creation terfavorit versi Netizen di sepanjang 2018. Berikut akan diulas satu persatu oleh Ardhi Widjaya & Co - PR & MarComm Consulting.

1. Maybelline - Gigi Hadid
Meski co-creation antara Nature Republic dan EXO sempat heboh, namun ternyata posisi pertama yang difavoritkan netizen adalah kolaborasi antara Maybelline & Gigi Hadid. Trend riasan yang disajikan dalam co-creation ini dari segi desain dan detail dari ketiga koleksi rias Maybelline ini mengungkap kisah kehidupan Gigi Hadid dan transisi gaya hidupnya dari Los Angeles ke New York City. Ternyata, kekasih Zayn Malik ini dianggap paling inspirasional bagi netizen Indonesia dari segi tata riasnya.

2. Kylie Cosmetics - Kim Kardashian
Istri Kanye West ini dipercaya membawakan co-creation Kylie Cosmetics untuk lipstik nude series KKW. KKW dari Kylie Cosmetics Crème Liquid Lipstick Collection memiliki cakupan warna yang tipis hingga sedang yang dapat berpadu cantik berdasarkan intensitas bibir yang diinginkan perempuan muda-dewasa Formula crème unik ini mengandung bahan pelembab untuk hasil yang mewah dan lembut. Memberikan kilau alami dan terasa sangat ringan di bibir.

3. Etude - Red Velvet
Girl Band Korea "Red Velvet" pada awal 2018 dipercaya untuk mengusung brand Lipstic Matte produksi Etude House. Matte Chic Lip lacquer tersebut memiliki lima varian yang diminati netizen remaja dan diberi nama sesuai nama personel Red Velvet yakni Irene Red, Seulgi Burgundy, Yeri Pink, Joy Grapefruit dan Wendy Brown.

4. Nature Republic - EXO
EXO sudah beberapa tahun terlibat kontrak co-creation dengan Nature Republic. Meski personil grup musik ini adalah laki-laki namun peminat produk skin care dan kosmetik-nya dari kaum hawa sangatlah banyak.

5. Elshe Skin - Tasya Farasya
Kita boleh berbangga ketika produk lokal juga menjadi unggulan netizen. Co-Creation produk skin care dari Elshe Skin dengan beauty social media influencer Tasya Farasya mampu memukau banyak penggemar dunia kecantikan di Indonesia. Co-Creation untuk produk ini menampilkan seri matte lipstick dengan warna nude collection. 

Rabu, 20 Februari 2019

Eksplorasi Borobudur Menuju Ndalem Nitihardjan


Ndalem Nitihardjan hadir sebagai salah satu penginapan dengan konsep guest house di area Borobudur dengan menawarkan nuansa Jawa klasik. Tepatnya, lokasi Ndalem Nitihardjan berada di Dusun Jowahan, Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dengan luas lahan  kurang lebih 3,5 Ha. Ndalem Nitihardjan menawarkan sebuah konsep penginapan yang menyatu dengan alam dan lingkungan sekitarnya sehingga hanya sepertiga dari luas area yang digunakan untuk bangunan guest house, selebihnya adalah landscape taman yang menyatu dengan alam dan lingkungan sekitar.  Dengan demikian, tamu dapat merasakan keramahan yang tulus dari kehidupan di sekitar.

Penamaan Ndalem Nitihardjan diceritakan memiliki cerita yang cukup dalam. Dulunya, lokasi ini merupakan kediaman Sang pemilik yang bernama Nitihardjo. Mbah Nitihardjo yang dahulu juga merangkap sebagai Lurah Desa setempat dikenal sangat ramah dan terhadap warga sekitar. Makna dari sejarah keberadaan area inilah yang melatarbelakangi Ndalem Nitihardjan berkembang menjadi sebuah usaha di bidang ramah tamah atau hospitality industry.

Perkembangan yang dimiliki oleh Ndalem Nitihardjan saat ini adalah keberadaan guest house dengan 4 kamar, bungalow, bangunan joglo dan juga resto “PASTAGIO”. Untuk menginap para tamu, dua pilihan tempat menginap telah ditawarkan pertama yaitu sebuah bangunan rumah dengan 4 buah kamar di dalamnya berkapasitas standar sebanyak 8 orang. Pada tipe ini tamu dapat menyewa satu rumah ataupun hanya satu kamar saja. Kemudian bagi tamu yang menginginkan pengalaman menginap yang lebih private, Ndalem Nitihardjan menyediakan tipe Bungalow yang letaknya terpisah dari bangunan lainnya. Tipe Bungalow memiliki kapasitas hanya 2 orang saja, sangat cocok bagi couple maupun pasangan yang sedang honeymoon. Bangunan Joglo kerap digunakan untuk acara gathering ataupun Romantic Dinner. Sedangkan resto PASTAGIO yang merupakan cabang dari Jogja menyajikan menu unggulan steak & pasta.


Dengan fasilitas dan area yang dimiliki oleh Ndalem Nitihardjan, saat ini kami membuka pelayanan untuk group dining¸pesta barbeque, gathering bahkan juga wedding. Harapannya, Ndalem Nitihardjan dapat menjadi salah satu destinasi alternatif di area Borobudur – Magelang ini. 


Minggu, 27 Januari 2019

Cara PR Memahami Visi Perusahaan



Visi perusahaan dibentuk untuk menciptakan cita-cita, apa yang ingin diraih oleh perusahaan. Para pendiri perusahaan membentuk visi tentu bukan hanya sebatas angan-angan. Sebab cita-cita adalah tujuan yang hendak dicapai dengan proses melalui misi perusahaan.
      Dalam hal mengerti visi perusahaan, terkadang banyak tim yang kurang memahami pentingnya bekerja dengan mengacu pada visi sebagai tujuan perusahaan. Seorang praktisi PR dapat membantu mensinkronkan visi perusahaan dengan misi yang harus dijalankan segenap kerabat kerja. Dengan demikian, seorang praktisi PR perlu melakukan empat langkah penting ini dalam menentukan pesan yang akan disinergikan dengan misi kerabat kerja (Gregory, 2004):
1.     Analisislah rencana bisnis. Setiap pimpinan perusahaan sering menyampaikan cita-cita yang begitu tinggi. Mereka juga sering mengungkapkan rencana-rencana pengembangan yang ingin dicapai perusahaannya. Sebagai seorang praktisi PR, saat menerima informasi tersebut dari pemilik atau pimpinan perusahaan, hendaknya piawai dalam membuat analisis bisnis. Dengarkan dengan seksama segala hal yang ingin dicapai oleh pimpinan, klasifikasikan dalam skala prioritas mana yang jadi cita-cita korporasi dan mana yang jadi cita-cita pribadi pimpinan. Lalu usulkanlah visi yang sesuai dengan kepentingan korporasi. Sampaikan penjelasan dengan rasional dan logis serta santun supaya pimpinan dapat menerima pemahaman tersebut.
2.    Terjemahkan konsep yang sulit ke dalam bahasa yang mudah dimengerti.  Setiap pimpinan perusahaan memiliki gaya penyampaian tersendiri dan mungkin cenderung unik. Sebisa mungkin kita tampung semua gambaran cita-cita yang diinginkan untuk dicapai oleh perusahaan. Kemudian buat rangkuman yang lebih sistematis dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami.
3.  Identifikasi berbagai audiens internal. Tim yang sudah dipilih oleh perusahaan adalah pasukan yang akan diarahkan untuk mencapai visi perusahaan. Dengan demikian, misi yang harus mereka jalankan, sesuai dengan kompetensi masing-masing dan dapat berjalan optimal. Seorang praktisi PR diharapkan mampu mengidentifikasi karakteristik maupun kompetensi dari audiens internal dalam hal ini SDM (Sumber Daya Manusia) khususnya supaya mereka dapat sinergi dalam upaya meraih visi perusahaan.

4. “Ujilah” pesan-pesan yang diambil dari rencana bisnis pada berbagai audiens untuk meyakinkan bahwa pesan tersebut dimengerti. Setelah mengidentifikasi karakteristik maupun kompetensi audiens internal dalam sebuah korporasi, layaknya si praktisi PR menguji pelaksanaan pesan-pesan dari rencana bisnis yang sudah dibuat. Pancing para tim tersebut untuk mengeksplorasi ide mereka dalam menjalankan misi korporasi untuk meraih visi. 

Sumber Pustaka
Gregory, Anne. 2004. Public Relations Dalam Praktik. Erlangga: Jakarta

Rabu, 12 Desember 2018

Langkah Forriz Hotel, Sejalan Dengan Perkembangan Bisnis di Yogyakarta


Yogyakarta kini, selain masih kental dengan julukan kota pelajar dan budaya juga sudah berkembang menjadi kota bisnis. Majemuk-nya masyarakat yang tinggal maupun berkunjung di Jogja telah membuka banyak peluang potensi bisnis dan juga wisata, tak terkecuali industri ramah-tamah seperti perhotelan. Forriz hotel adalah salah satu bagian yang turut andil dalam merespon potensi bisnis di kota yang juga dikenal dengan kota sejuta kenangan.

Dimiliki oleh PT Forriz Sentral Gemilang, hotel yang terletak di Jln. HOS Cokroaminoto No. 60 Pakuncen, Yogyakarta ini hadir memenuhi permintaan pasar industri ramah-tamah di Yogyakarta mulai bulan Juni 2017 silam. Saat itu Forriz hotel melakukan soft opening pada tanggal 26 Juni 2017 guna merespon permintaan pasar pada momentum lebaran di tahun tersebut.

Sebagai hotel bisnis dengan peringkat bintang 3+, Forriz hotel memiliki fasilitas sebanyak 116 kamar dengan klasifikasi superior, deluxe dan suite. Untuk mendukung aktivitas bisnis,  disediakan ballroom yang sanggup menampung 500pax dan dua meeting room yang masing-masing berkapasitas 40 pax. Terdapat pula fasilitas seperti lounge, coffee shop dan swimming pool untuk mengakomodir social activity maupun kebugaran para tamu.

Sumardi selaku General Manager menyampaikan bahwa melalui konsep dan fasilitas hotel yang ditawarkan, Forriz hotel memiliki segmentasi pasar utama pada tiga tipe yakni corporate, government dan incentive. Dari sisi corporate, tamu-tamu banyak berasal dari perusahaan consumer goods, universities, perbankan, asuransi. Dari government tentu saja didominasi oleh instansi pemerintahan seperti kementrian, pemerintah daerah dan lain sebagainya. Sedangkan segmentasi incentive banyak berasal dari klien travel agent maupun event organizer.

Meski didominasi oleh segmentasi bisnis, bukan berarti Forriz hotel tidak menjangkau pasar personal atau keluarga. Oleh sebab itu kerjasama dengan OTA (Online Travel Agent) tetap dilakukan dalam bentuk promosi sewa kamar seperti dengan Traveloka, Pegi-Pegi maupun Agoda. Promosi untuk walk in guests juga rutin dimunculkan seperti free tambahan breakfast menjadi 6 pax untuk booking 2 kamar dan paket makan siang murah selama weekdays maupun BBQ nite saat weekend.

Banyaknya saran dari para pelanggan setia untuk menambah fasilitaspun telah memotivasi manajemen untuk berusaha meningkatkan peringkat Forriz hotel menjadi bintang empat. Melihat potensi pasar yang ada, ke depannya hotel yang dikembangkan selain Forriz ada di Kulonprogo yang akan berdekatan dengan New Yogyakarta International Airport.