Rabu, 20 Februari 2019

Eksplorasi Borobudur Menuju Ndalem Nitihardjan


Ndalem Nitihardjan hadir sebagai salah satu penginapan dengan konsep guest house di area Borobudur dengan menawarkan nuansa Jawa klasik. Tepatnya, lokasi Ndalem Nitihardjan berada di Dusun Jowahan, Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dengan luas lahan  kurang lebih 3,5 Ha. Ndalem Nitihardjan menawarkan sebuah konsep penginapan yang menyatu dengan alam dan lingkungan sekitarnya sehingga hanya sepertiga dari luas area yang digunakan untuk bangunan guest house, selebihnya adalah landscape taman yang menyatu dengan alam dan lingkungan sekitar.  Dengan demikian, tamu dapat merasakan keramahan yang tulus dari kehidupan di sekitar.

Penamaan Ndalem Nitihardjan diceritakan memiliki cerita yang cukup dalam. Dulunya, lokasi ini merupakan kediaman Sang pemilik yang bernama Nitihardjo. Mbah Nitihardjo yang dahulu juga merangkap sebagai Lurah Desa setempat dikenal sangat ramah dan terhadap warga sekitar. Makna dari sejarah keberadaan area inilah yang melatarbelakangi Ndalem Nitihardjan berkembang menjadi sebuah usaha di bidang ramah tamah atau hospitality industry.

Perkembangan yang dimiliki oleh Ndalem Nitihardjan saat ini adalah keberadaan guest house dengan 4 kamar, bungalow, bangunan joglo dan juga resto “PASTAGIO”. Untuk menginap para tamu, dua pilihan tempat menginap telah ditawarkan pertama yaitu sebuah bangunan rumah dengan 4 buah kamar di dalamnya berkapasitas standar sebanyak 8 orang. Pada tipe ini tamu dapat menyewa satu rumah ataupun hanya satu kamar saja. Kemudian bagi tamu yang menginginkan pengalaman menginap yang lebih private, Ndalem Nitihardjan menyediakan tipe Bungalow yang letaknya terpisah dari bangunan lainnya. Tipe Bungalow memiliki kapasitas hanya 2 orang saja, sangat cocok bagi couple maupun pasangan yang sedang honeymoon. Bangunan Joglo kerap digunakan untuk acara gathering ataupun Romantic Dinner. Sedangkan resto PASTAGIO yang merupakan cabang dari Jogja menyajikan menu unggulan steak & pasta.


Dengan fasilitas dan area yang dimiliki oleh Ndalem Nitihardjan, saat ini kami membuka pelayanan untuk group dining¸pesta barbeque, gathering bahkan juga wedding. Harapannya, Ndalem Nitihardjan dapat menjadi salah satu destinasi alternatif di area Borobudur – Magelang ini. 


Minggu, 27 Januari 2019

Cara PR Memahami Visi Perusahaan



Visi perusahaan dibentuk untuk menciptakan cita-cita, apa yang ingin diraih oleh perusahaan. Para pendiri perusahaan membentuk visi tentu bukan hanya sebatas angan-angan. Sebab cita-cita adalah tujuan yang hendak dicapai dengan proses melalui misi perusahaan.
      Dalam hal mengerti visi perusahaan, terkadang banyak tim yang kurang memahami pentingnya bekerja dengan mengacu pada visi sebagai tujuan perusahaan. Seorang praktisi PR dapat membantu mensinkronkan visi perusahaan dengan misi yang harus dijalankan segenap kerabat kerja. Dengan demikian, seorang praktisi PR perlu melakukan empat langkah penting ini dalam menentukan pesan yang akan disinergikan dengan misi kerabat kerja (Gregory, 2004):
1.     Analisislah rencana bisnis. Setiap pimpinan perusahaan sering menyampaikan cita-cita yang begitu tinggi. Mereka juga sering mengungkapkan rencana-rencana pengembangan yang ingin dicapai perusahaannya. Sebagai seorang praktisi PR, saat menerima informasi tersebut dari pemilik atau pimpinan perusahaan, hendaknya piawai dalam membuat analisis bisnis. Dengarkan dengan seksama segala hal yang ingin dicapai oleh pimpinan, klasifikasikan dalam skala prioritas mana yang jadi cita-cita korporasi dan mana yang jadi cita-cita pribadi pimpinan. Lalu usulkanlah visi yang sesuai dengan kepentingan korporasi. Sampaikan penjelasan dengan rasional dan logis serta santun supaya pimpinan dapat menerima pemahaman tersebut.
2.    Terjemahkan konsep yang sulit ke dalam bahasa yang mudah dimengerti.  Setiap pimpinan perusahaan memiliki gaya penyampaian tersendiri dan mungkin cenderung unik. Sebisa mungkin kita tampung semua gambaran cita-cita yang diinginkan untuk dicapai oleh perusahaan. Kemudian buat rangkuman yang lebih sistematis dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami.
3.  Identifikasi berbagai audiens internal. Tim yang sudah dipilih oleh perusahaan adalah pasukan yang akan diarahkan untuk mencapai visi perusahaan. Dengan demikian, misi yang harus mereka jalankan, sesuai dengan kompetensi masing-masing dan dapat berjalan optimal. Seorang praktisi PR diharapkan mampu mengidentifikasi karakteristik maupun kompetensi dari audiens internal dalam hal ini SDM (Sumber Daya Manusia) khususnya supaya mereka dapat sinergi dalam upaya meraih visi perusahaan.

4. “Ujilah” pesan-pesan yang diambil dari rencana bisnis pada berbagai audiens untuk meyakinkan bahwa pesan tersebut dimengerti. Setelah mengidentifikasi karakteristik maupun kompetensi audiens internal dalam sebuah korporasi, layaknya si praktisi PR menguji pelaksanaan pesan-pesan dari rencana bisnis yang sudah dibuat. Pancing para tim tersebut untuk mengeksplorasi ide mereka dalam menjalankan misi korporasi untuk meraih visi. 

Sumber Pustaka
Gregory, Anne. 2004. Public Relations Dalam Praktik. Erlangga: Jakarta

Rabu, 12 Desember 2018

Langkah Forriz Hotel, Sejalan Dengan Perkembangan Bisnis di Yogyakarta


Yogyakarta kini, selain masih kental dengan julukan kota pelajar dan budaya juga sudah berkembang menjadi kota bisnis. Majemuk-nya masyarakat yang tinggal maupun berkunjung di Jogja telah membuka banyak peluang potensi bisnis dan juga wisata, tak terkecuali industri ramah-tamah seperti perhotelan. Forriz hotel adalah salah satu bagian yang turut andil dalam merespon potensi bisnis di kota yang juga dikenal dengan kota sejuta kenangan.

Dimiliki oleh PT Forriz Sentral Gemilang, hotel yang terletak di Jln. HOS Cokroaminoto No. 60 Pakuncen, Yogyakarta ini hadir memenuhi permintaan pasar industri ramah-tamah di Yogyakarta mulai bulan Juni 2017 silam. Saat itu Forriz hotel melakukan soft opening pada tanggal 26 Juni 2017 guna merespon permintaan pasar pada momentum lebaran di tahun tersebut.

Sebagai hotel bisnis dengan peringkat bintang 3+, Forriz hotel memiliki fasilitas sebanyak 116 kamar dengan klasifikasi superior, deluxe dan suite. Untuk mendukung aktivitas bisnis,  disediakan ballroom yang sanggup menampung 500pax dan dua meeting room yang masing-masing berkapasitas 40 pax. Terdapat pula fasilitas seperti lounge, coffee shop dan swimming pool untuk mengakomodir social activity maupun kebugaran para tamu.

Sumardi selaku General Manager menyampaikan bahwa melalui konsep dan fasilitas hotel yang ditawarkan, Forriz hotel memiliki segmentasi pasar utama pada tiga tipe yakni corporate, government dan incentive. Dari sisi corporate, tamu-tamu banyak berasal dari perusahaan consumer goods, universities, perbankan, asuransi. Dari government tentu saja didominasi oleh instansi pemerintahan seperti kementrian, pemerintah daerah dan lain sebagainya. Sedangkan segmentasi incentive banyak berasal dari klien travel agent maupun event organizer.

Meski didominasi oleh segmentasi bisnis, bukan berarti Forriz hotel tidak menjangkau pasar personal atau keluarga. Oleh sebab itu kerjasama dengan OTA (Online Travel Agent) tetap dilakukan dalam bentuk promosi sewa kamar seperti dengan Traveloka, Pegi-Pegi maupun Agoda. Promosi untuk walk in guests juga rutin dimunculkan seperti free tambahan breakfast menjadi 6 pax untuk booking 2 kamar dan paket makan siang murah selama weekdays maupun BBQ nite saat weekend.

Banyaknya saran dari para pelanggan setia untuk menambah fasilitaspun telah memotivasi manajemen untuk berusaha meningkatkan peringkat Forriz hotel menjadi bintang empat. Melihat potensi pasar yang ada, ke depannya hotel yang dikembangkan selain Forriz ada di Kulonprogo yang akan berdekatan dengan New Yogyakarta International Airport.


Rabu, 21 November 2018

Diferensiasi Pelayanan Toko Oleh-Oleh Bakpia & Batik Wong Jogja


Memadukan bisnis dan potensi pariwisata sudah menjadi hal yang lumrah di Yogyakarta. Tentu saja persaingan dalam sektor ini cukup kuat, setiap pemilik brand yang berkorelasi dengan dunia pariwisata harus kreatif dalam menonjolkan diferensiasi maupun keunggulan produk serta layanannya. Demikian pula yang dilakukan Toko Oleh-Oleh Bakpia & Batik Wong Jogja yang mengusung konsep one stop shopping untuk pembelian oleh-oleh khas Yogyakarta.

Keunikan lain yang dimiliki Bakpia & Batik Wong Jogja dibanding toko oleh-oleh lainnya adalah pelayanan tim di lini depan yang memiliki standard hospitality service layaknya tim di industri perhotelan ataupun fine dining restaurant. Demi mempertahankan kualitas pelayanannya, pada Rabu, 14 November 2018, manajemen Bakpia & Batik Wong Jogja mempercayakan training pelayanan tim lini depannya kepada Ardhi Widjaya & Co - Public Relations & Marketing Communication Consulting. Tema yang disampaikan pada training tersebut adalah "Personal Branding in Excellence Service".

Personal branding adalah sebuah cara memasarkan diri atau imej kita secara individu. Sebenarnya konsep ini cukup mudah. Jika sebelumnya praktik "memasarkan diri dan karier" lebih berdasarkan pada teknik manajemen self-help improvement, personal branding adalah konsep yang lebih menekankan bahwa kesuksesan datang dari self-packaging. Dengan demikian, mengemas diri untuk memiliki performa semenarik mungkin melalui kompetensi, integritas dan tampilan luar akan memberikan dukungan dalam pembentukan personal branding yang baik.

Bila seorang perwakilan perusahaan mampu membangun personal branding yang mumpuni, maka hasil yang tampak adalah para klien atau konsumen akan merasa dilayani dengan optimal. Branding perusahaan-pun akan semakin naik, hal ini akan memudahkan tim yang berada di lini depan sebuah perusahaan seperti sales atau marketing akan lebih mudah mencapai targetnya berupa excellent service. Tentu saja dikarenakan branding yang baik membuat target pasar lebih mudah mendapatkan keyakinan bahwa produk yang ditawarkan perusahaan tersebut bagus dan layak dikonsumsi atau bahkan menjadi bagian dari gaya hidup mereka, sehingga konsumen bangga dan merekomendasikan produk kita kepada khalayak lainnya.

Dimulai dari diri sendiri, antar tim dalam sebuah perusahaan adalah penting membangun personal branding. Dengan melakukan personal branding, kepercayaan diri akan meningkat dan  tentunya bekerja menjadi lebih berbahagia. 


Kamis, 01 November 2018

Beriklan Tanpa "Ngiklan" Via Native Advertising


Di dunia publikasi konvensional, tentu kita mengenal istilah advertorial.Yakni sebuah iklan yang terpampang di media cetak seperti surat kabar atau majalah dalam bentuk menyerupai sebuah artikel. Biasanya advertorial ini diberi tanda kolom khusus sebagai pembeda antara berita umum dengan berita iklan.

Kini, ketika perkembangan teknologi memunculkan new wave media sebagai wujud disrupsi dunia digital, advertorial hampir nyaris terlihat seperti benar-benar sebuah berita dalam sebuah portal online. Inilah yang oleh para ahli digital marketing sebut dengan Native Advertising.

Jika dalam advertorial media cetakkonvensional pembaca sudah diberi tanda bahwa materi tersebut berupa iklan, berbeda halnya dengan native advertising. Konsep iklan yang muncul sebagai artikel dalam portal berita online ini benar-benar menyuguhkan informasi yang erat hubungannya dengan insight maupun kebutuhan netizen (masyarakat) sehari-hari. Konten atau materi yang disuguhkan begitu mengalir informasinya hingga diberi klimaks berupa promosi brand yang berhubungan dengan konten berita atau informasi tersebut.

Salah satu contoh Native Advertising yang cukup unik adalah pembuatan microsite ceritatemanmakan.hipwee.com. Dalam kontennya, disampaikan tentang cerita unik soal hubungan pertemanan dari yang gemar makan bersama,hingga jadi sahabat atau bahkan jadi pacar. Semua ulasan informasi dan story telling yang disampaikan oleh microsite dari hipwee tersebut ternyata adalah untuk mempromosikan Bir Bintang Radler 0%.


Proses pengolahan sebuah Native Advertising, untuk mencapai minimal kepada awareness target audiens, secara ringkas meliputi beberapa hal sebagai berikut:
  1. Memilih media online berdasarkan segmentasi konsumen
  2. Menentukan grand issue yang akan digulirkan untuk menyentuh insight dari para target konsumen
  3. Mengklasifikan grand issue ke dalam beberapa sub tema konten yang relevan
  4. Membuat call-to-action supaya target konsumen dapat bertindak sesuai dengan yang diinginkan oleh brand yang sedang berpromosi tersebut.
Saat ini, sebagai PR & MarComm Consulting, Ardhi Widjaya & Co juga bertindak sebagai eksekutor content marketing untuk kebutuhan komunikasi brand klien di ranah digital melalui platform blog di website perusahaan milik para klien kami. Pola kerja ini merupakan hasil adaptasi perilaku konsumen yang sudah banyak "eksis" di dunia digital dan mencari segala sesuatu informasi yang dibutuhkannya melalui mbah Google.