Selasa, 12 April 2011

25/8


Dalam hitungan waktu secara normal, kita biasa mengenal 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Namun, kehidupan menjadi berbeda manakala komunikasi berada dalam tools yang sangat mutakhir sehingga memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang dalam waktu singkat dan efektif. Hal tersebut tak terkecuali untuk memicu kita sebagai manusia untuk terpaku pada sarana mutakhir teknologi komunikasi tersebut yang seolah-olah mengorientasikan kita untuk selalu dekat dengannya selama 25/8 atau seolah-olah 25 jam sehari dan 8 hari selama seminggu karena intensitas yang begitu tinggi untuk dekat dengan alat-alat tersebut.     
     Sebut saja smartphone seperti blackberry, windowsphone, Android phone yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi yang merujuk pada arti etimologi-nya saja yaitu “phone”. Saat ini telepon genggam semacam itu sudah bertransformasi sebagai sarana berkomunitas dan juga bekerja yang memudahkan akses komunikasi penggunanya dengan banyak pengguna sarana yang sama di area yang jauh jaraknya dalam waktu relatif singkat.     
     BBM atau Blackberry Messenger misalnya, melalui chat group di BBM, kita dapat menyebarkan satu pesan kepada seluruh anggota di grup tersebut. Ketika digunakan untuk agenda meeting dengan kolega hal tersebut lebih fungsional daripada sekedar SMS broadcast karena dapat difungsikan sekalian untuk conference chat.     
     Lalu bagaimana ketika kebutuhan tidak hanya sekedar berbincang-bincang melalui chat atau conference room? Ketika seorang pengguna telepon seluler dengan akses internet mulai membutuhkan membaca data yang dilampirkan melalui email, akhirnya muncul juga Windowsphone sehingga memudahkan penggunanya untuk menerima email kemudian membaca data yang berformat office. Sedangkan keberadaan telepon seluler dengan perangkat lunak Android merupakan alternative yang kompetitif di pasar smartphone.    
     Lelucon yang saat ini sering dilontarkan oleh kebanyakan orang yang sudah berbaur dengan teknologi komunikasi mutakhir adalah “HP semacam nyawa kedua” karena memang banyak hal semacam berinteraksi baik secara kasual atau secara resmi dalam lingkup pekerjaan banyak terbantu oleh hasil teknologi komunikasi bertajuk telepon seluler pintar ini.

Tidak ada komentar: