Rabu, 02 Januari 2013

Harmonisasi Antara PR, Marketing dan Marketing PR




            Bisa saja muncul pertanyaan dalam benak orang yang membaca judul di atas: Apa bedanya antara PR, Marketing dan Marketing PR? Bukannya sama saja? Sebenarnya adalah suatu kekeliruan ketika saat ini banyak pihak  menyamakan Public Relation dengan marketing (Cutlip, Center & Broom).
            Bila menilik pengertian para ahli, kita akan melihat bahwa konsep PR dengan marketing itu berbeda. Seperti contoh pengertian yang diungkapkan oleh Howard Bonhan, seorang penulis bisnis dan keuangan yang pernah bekerja untuk perusahaan riset indenpenden Houston, Texas: Public Relation adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian publik yang baik, yang dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap seeorang atau organisasi tertentu. Definisi publik dalam Public Relation sendiri memiliki makna internal dan eksternal. Contoh publik internal adalah karyawan, peran PR dalam komunikasi terhadap Publik Internal menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan perusahaan dengan keinginan pegawai. Sedangkan peran PR dalam komunikasi terhadap publik eksternal diharapkan mampu menjaga citra baik perusahaan di mata publik eksternal seperti supplier, konsumen dan juga masyarakat luas. Peran PR dalam komunikasi publik eksternal tersebutlah yang sering dianggap “sama” dengan peran marketing.
           Philip Kotler menerangkan arti marketing sebagai suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Karena nilai produk ini perlu disampaikan kepada khalayak khususnya konsumen secara konsisten, diperlukanlah peran Public Relation yang dengan keahliannya merangkai dan membentuk citra digunakan untuk menanamkan citra produk kepada masyarakat. Peran PR dalam hal tersebut pada dasarnya adalah bagian dari komunikasi terhadap publik eksternal. Jadi bukan serta merta PR sama dengan marketing. Meskipun begitu, konsep kerja kedua bagian ini (PR & Marketing) mampu menjadi harmonisasi yang menguntungkan berbagai pihak; profit bagi perusahaan dan value bagi konsumen sehingga konsumen tidak akan pernah merasa dirugikan.
            Dalam perkembangannya, Philip Kotler sendiri pada akhirnya mengemukakan sebuah konsep baru yang disebut Marketing PR dengan pengertian sebagai berikut: pertukaran, yang merupakan inti dari konsep marketing, adalah proses mendapatkan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalannya. “Imbalan sesuatu” inilah yang menurut penulis sebagai value atau nilai lebih dari produk yang dapat dieksplorasi cara mengkomunikasikannya kepada konsumen melalui strategi Public Relation.
            Simpulan yang bisa didapat adalah meskipun PR itu tidak sama dengan marketing namun PR memiliki peran dalam konsep marketing sehingga tercetuslah juga konsep baru yang bernama Marketing PR.

Tidak ada komentar: