Rabu, 16 Januari 2013

What A Spokeperson Does






Saat ini kiprah Julian Aldrin Pasha sebagai juru bicara Presiden juga patut dikategorikan sebagai fungsi Public Relation dalam pemerintahan. Sebuah profesi yang menuntut kepiawaian dalam strategi berbicara dan menyampaikan informasi karena seorang spokeperson atau juru bicara harus menjaga citra organisasi atau pribadi yang diwakilinya, terlebih lagi seorang Presiden.
           Gerakan Presiden adalah hal yang menjadi sangat mudah diperbincangkan oleh masyarakat. Di sinilah pentingnya peran juru bicara Presiden sebagai bagian dari fungsi Public Relation pemerintahan. Melihat contoh kasus perbincangan masyarakat dalam menanggapi gerakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang “blusukan” ke Pasar Tradisional menjadi penting untuk dinetralisir oleh juru bicaranya. Mengapa demikian? Karena saat ini sinisme terhadap pemerintahan khususnya Presiden berkaitan dengan stereotype: pejabat terpilih atau "politisi" pada lingkungan yang skeptis, banyak komunikasi yang dilontarkan oleh aparat-aparat tersebut cenderung ditafsirkan sebagai lebih bersifat propaganda. Banyak yang meyakini bahwa kerja pemerintah semata-mata berujung politik dan selanjutnya dapat dipilih kembali. Contoh tanggapan Julian Aldrin Pasha ketika diwawancara oleh GMOL.com adalah sebagai berikut:

Apa benar kunjungan itu tidak dipersiapkan?
Betul. Pak SBY pergi tanpa mem­beritahukan siapa-siapa. Buk­tinya, tidak ada yang diper­siapkan seperti protokoler atau acara serimonial. Benar-benar murni mendadak untuk melihat kehidupan dan denyut pereko­nomian masyarakat di bawah.

Buat apa capek turun ke ba­wah, kan ada menteri ?
Indonesia di mata dunia me­mi­liki predikat yang cukup baik, te­ru­tama di mata negara-negara anggota  G-20.
Maka,  walau pe­re­­konomian kita dirasakan baik, Presiden merasa perlu melihat langsung ke bawah untuk menge­tahui apa saja masalah-masalah yang masih timbul.

        Dari jawaban yang tercantum, cukup terlihat bahwa sebagai jurubicara kepresidenan, apa yang disampaikan oleh Julian Aldrin Pasha lebih bersifat informasi. Konsep tersebut tidak terlepas dari 3 fungsi utama Public Relation dalam pemerintahan yaitu:
1.      Memberikan informasi kepada masyarakat tentang aktivitas dari instansi pemerintahan.
2.     Memastikan peran aktif masyarakat dalam program yang dibuat oleh pemerintahan, dan memastikan agar program tersebut dapat terlaksana, dan
3.      Memelihara dukungan masyarakat dalam menetapkan dan mengimplementasikan suatu bentuk kebijakan dan program.
Meski penting untuk mengefektifkan gerakan Public Relation dalam pemerintahan namun sebagai warga sipil, penulis mengharapkan bahwa apa yang disampaikan pada masyarakat adalah itikad progresif untuk bersama menuju pada kesejahteraan bangsa dan negara.


Daftar Pustaka
http://kasihkerja.blogspot.com/2011/07/peran-pr-dalam-pemerintahan.html
http://www.rmol.co/read/2013/01/07/93007/Julian-Aldrin-Pasha:-Kunjungan-Presiden-Bukan-Sosialisasi-Ibu-Ani-Yudhoyono-Menjadi-Capres-

Tidak ada komentar: