Kamis, 17 April 2014

Tipe Konsumen Berdasar 5 Karakter Anak Dalam Cerita "Charlie & The Chocolate Factory"


Benar memang bila pepatah mengatakan bahwa "pelanggan adalah Raja" namun, raja seperti apakah pelanggan yang kita sebagai orang marketing hadapi sehari-hari? Pelanggan memang bagian dari konsumen, tentunya sebelum menjadi pelanggan, mereka adalah konsumen kita terlebih dahulu. Melalui tulisan ini, penulis ingin mengajak pembaca blog ini untuk mengenali tipe konsumen berdasar 5 karakter anak dalam cerita "Charlie & The Chocolate Factory". 

Augustus Gloop
Tipe Konsumtif - Ini adalah tipe konsumen yang tidak peduli berapa harga dan kualitas produk kita, kalau menurutnya layak dia konsumsi maka dia akan membelinya tanpa pertimbangan apapun. Konsumen tipe ini, membeli produk hanya untuk kepuasan belaka. Misal seorang shopaholic yang memang dia akan terus belanja tanpa suatu alasan apapun, dia hanya suka belanja, that's it!
Tips mengahadapi konsumen seperti ini, tawarkan diskon-diskon menarik dan tetap jangan lupa sampaikan value dari produk kita karena itu juga merupakan bagian dari mengedukasi target market kita.

Veruca Salt
Tipe Penuntut - Dia memiliki standard ekspektasi yang tinggi akan suatu produk atau jasa yang dia konsumsi. Ini adalah tipikal konsumen yang mementingkan value for money, ketika dia spending more money itu berarti dia harus mendapat more value. Ini tipikal konsumen yang apabila komplain sering mengucapkan "Mana manager Anda? saya mau bicara!" atau "Saya ini temannya bosmu!". Ya, dia tidak ingin hanya sekedar komplein dengan staf customer service karena baginya hal tersebut kurang ber-value. Tips menghadapi konsumen seperti ini, tanyakan dengan sopan dan tegas kronologi hal yang dia keluhkan, jangan serta merta menurutinya untuk memanggilkan manager/ supervisor kita kecuali hal tersebut sudah berhubungan dengan masalah kebijakan.

Violet Beauregarde
Tipe Pencela - Contoh peristiwa saja, misal konsumen tipe ini datang di sebuah butik yang sebenarnya lumayan terkenal bagus dan mahal, niatnya kurang jelas apakah untuk membeli atau survey kebutuhannya. Dia akan bilang kepada shopkeeper bahwa barang-barang di butik tersebut itu jauh kualitasnya lebih rendah dibandingkan dengan produk yang dia beli di luar negeri padahal harganya sama atau lebih tinggi butik itu. Pada akhirnya dia hanya akan membeli satu item produk termurah atau bahkan tidak membeli apa-apa.
Biasanya durasi mencela 70% lebih banyak daripada durasi untuk memilih barang. Tips menghadapi konsumen seperti ini, intinya tetap jaga senyum kita dan pertajam product knowledge baik produk sendiri maupun milik kompetitor.

Mike Teavee
Tipe Kepo - Ini konsumen yang kepo secara agresif untuk mendapatkan harga murah, misalnya dengan mengatakan "saya tau lho, suppliermu itu kan di sini to? harga produksi barangmu ini rendah, menang merk doang!". Tips untuk menghadapi konsumen seperti ini, kita harus paham mengenai value produk kita, disampaikan bahwa supplier itu adalah tukang produksi, sedangkan ide dan originalitas itu yang tidak ternilai dan hal itulah yang dimiliki produk kita.



Charlie Bucket
Tipe Cerdas - Enaknya kalau semua konsumen yang kita hadapi seperti Charlie. Dia loyal dan merasa punya ikatan dengan produk kita, sehingga apabila ada kekecewaan dia akan dengan senang hati memberikan masukan, hal ini mirip seperti orang yang sedang dikecewakan kekasihnya, meski kecewa, namun dia tetap mencintainya bukan? Makanya tips menghadapi konsumen seperti ini, kita harus jadi pendengar yang baik, jangan lupa beri special gift atau diskon sebagai ungkapan maaf. Apabila kita apatis menghadapi komplein konsumen seperti ini, siap-siap kita akan ditinggalkannya selamanya.


Tidak ada komentar: