Minggu, 01 November 2015

Kata-kata Ajaib Bernama Copywriting

Advertentie poenja kaperloean soeda kentara, kerna advertentie perloenja boeat perkenalken barang-barang dagangan kita pada publiek. Kaloe barang jang kita dagangken tidak dikenal, bagaimana bisa dapatken pembeli? 

-Liem Kha Tong-
(Pelopor periklanan di Indonesia pada masa Hindia Belanda 1930-an)


     Merancang sebuah iklan yang menarik tidak terlepas dari penggunaan kata-kata yang mampu menancap di benak target audiens sehingga mereka akan teringat terus dengan brand (produk) tersebut dan berakhir pada keputusan untuk mengonsumsinya. Seperti tagline permen Kopiko: Gantinya Ngopi yang dirancang oleh pakar branding Subiakto selama hampir dua dekade lalu. Hal ini menjadi contoh kekuatan copywriting untuk menempatkan positioning yang tepat bagi brand di benak konsumennya. Konon dalam perkembangannya Kopiko pernah mencoba mengganti tagline-nya seiring dengan pengembangan produknya ke arah RTD (Ready To Drink) dengan brand 78degrees - Kopiko. Namun untuk tagline permen Kopiko sendiri ternyata "Gantinya Ngopi" menjadi tagline yang paling cocok. 

     Rexona yang memahami kekuatan tagline awalnya yakni "Setia Setiap Saat" tetap menggunakan tagline ini meski varian produk mulai tumbuh dan jenis marketing campaign yang digalakkan berbeda-beda. Intinya Rexona sebagai merk produk deodoran tetap setia dengan "Setia Setiap Saat"nya.

     Menilik pada kesuksesan beberapa brand besar dalam pembuatan tagline-nya, selayaknya kita mencoba menyelami bagaimana cara mengolah ide kreatif dalam pembuatan tagline sebuah brand melalui copywriting:
  1. Attention -> Carilah kata utama yang paling merepresentasikan brand yang ingin kita promosikan. Yakinkan diri kita bahwa kata ini mampu menarik perhatian (attention) dari target audiens.
  2. Interest -> Kemas kata-kata yang menarik perhatian tersebut dengan konteks yang unik, mudah dicerna dan mudah diingat.
  3. Credibility -> Biarpun menarik, namun kata yang kita gunakan dalam berpromosi haruslah jujur dan tidak over-promise.
  4. Desire -> Buat kata-kata yang senantiasa membangkitkan keinginan audiens untuk membeli dan mengkonsumsi brand kita. 
  5. Action ->  Ajak mereka untuk mencicipi pengalaman bersama brand yang kita promosikan. Karena mengajak merasakan pengalaman lebih persuasif ketimbang kata perintah seperti "belilah, cobalah, buktikanlah" dll.
sumber gambar: 44doors.com

Data Pustaka:

Trijanto, Agus. Copywriting: Seni Mengasah Kreativitas dan Memahami bahasa Iklan. Remaja       
         Rosda Karya. Jakarta: 2002

Tidak ada komentar: