Minggu, 14 Februari 2016

How To Advertise At Social Media Buzzer

Beriklan secara konvensional biasa dijalankan melalui media seperti TV, koran, radio dan majalah. Ketika sebuah brand membuat iklan dengan menggandeng seorang endorser, sudah wajar apabila si endorser di-create untuk membawakan karakter seperti yang brand tersebut inginkan. Dengan demikian, audiens yang menerima informasi melalui iklan tersebut dapat mengkorelasikan antara value dari brand dengan karakter si endorser. Seperti ketika produk shampoo Tresemme menggandeng Velove Vexia, selebriti muda yang pengkarakter-annya di mata publik belum terlalu kuat, oleh Tresemme dibentuklah citra sesuai dengan karakter brand shampoo tersebut.


Namun, bagaimana bila sebuah brand ingin beriklan di posting-an milik buzzer atau social media celebrity? Brand yang beriklan pada buzzer hanya bisa memberikan brief namun tidak memiliki kuasa penuh untuk merubah karakter si buzzer sesuai dengan brand yang akan dipromosikan. Sehingga, pemilik brand perlu memperhatikan beberapa hal berikut bila ingin beriklan pada social media buzzer:
  1. Tentukan segmentasi merek, sasarannya siapa dengan karakter seperti apa
  2. Carilah buzzer yang sesuai dengan segmentasi dan karakter merek yang hendak dipromosikan
  3. Berikan brief yang jelas kepada buzzer tersebut
  4. Biarkan buzzer berekspresi sesuai dengan kebiasaan dalam postingan mereka namun mintalah proofread/ proofing materi dulu sebelum diposting untuk memastikan iklan digulirkan secara proper
Sisi yang menarik dengan beriklan melalui buzzer adalah, netizen yang mengikuti postingan si buzzer tersebut adalah segmentasi pelanggan yang kita sasar, karena mereka secara intens mengikuti apa yang digulirkan si social media celebrity pada setiap materi yang mereka posting. Berikut contoh buzzing yang dilakukan stand up comedian "Skinny Indonesian 24" tentang Indomie pada akun social media mereka.


Bagi Anda yang merencanakan pemilihan media untuk beriklan, bisa mencoba cara konvensional atau melalui social media buzzer. Cukup pastikan bahwa pesan yang dikemas haruslah berbeda, tergantung channel dan media yang kita pilih.

Tidak ada komentar: