Minggu, 06 Maret 2016

Apalah Arti Sebuah Nama (Merek) ?


Sebutkan apa yang ada dalam benak Anda ketika mendapat daftar informasi sebagai berikut:

  • Obat masuk angin
  • Sabun pencuci piring
  • Deterjen pakaian
Apakah Anda menjawab: Tolak Angin, Sunlight dan Rinso? Atau setidaknya daftar merek itu yang ada di benak penulis ketika mendapatkan daftar informasi tersebut di atas. Sekarang coba kita berandai-andai ketika kita sudah bertemu dan berkenalan dengan seseorang namun ketika bertemu kembali, orang tersebut tidak ingat dengan nama kita. Walaupun suasana tersebut akan menjadi an awkward moment, tidak ada salahnya bagi kita untuk kembali memperkenalkan diri, itulah yang disebut bagian dari fungsi marketing. 
     Bisa dibilang ini adalah sebuah kesuksesan ketika sebuah nama merek berada dalam top of mind audiens. David Aaker dalam buku Managing Brand Equity mendefinisikan nama merek sebagai indikator utama dari merek serta dasar bagi awareness pelanggan terhadap merek dan usaha komunikasi yang dilakukan perusahaan terhadap merek.
      Kevin Keller dalam buku Strategic Brand Management menjabarkan enam prosedur pembuatan nama merek perusahaan sbb:
  1. Define branding objectives. Tujuan merek harus memenuhi kriteria seperti: apakah namanya mudah dipahami? apakah sudah mencerminkan klasifikasi produk? apakah sudah koherens dengan logo? apakah sudah sah secara hukum dan hak cipta? Hal-hal tersebut menjadi penting karena harus dapat mendefinisikan makna dari merek yang akan diambil.
  2. Generating as many names and concept. Bagian ini adalah proses pengumpulan nama sebanyak mungkin dari berbagai sumber potensial seperti: karyawan, agensi iklan, konsumen, manajemen perusahaan dll.
  3. Name screening based on the branding and marketing objecives. Menyeleksi daftar nama yang telah dikumpulkan berdasarkan klasifikasi berikut: tidak bermakna ganda, mudah diucapkan, tidak melanggar hap cipta merek perusahaan lain, sesuai dengan positioning produk.
  4. Collecting more extensive information of screened names. Pada tahap ini perlu dicarikan data pendukung terhadap nama-nama yang terpilih pada tahap sebelumnya. Misal nama tersebut dalam berbagai bahasa Internasional tetap berasosiasi positif sesuai dengan ekspektasi dan value dari produk.
  5. Consumer research. Riset pasar dilakukan untuk mengkonfirmasi ekspektasi manajemen yang menginginkan nama yang mudah serta memiliki makna. Cara sederhana untuk tes pasar ini dengan menunjukkan produk ke konsumen (kemasa, manfaat, harga) sehingga konsumen dapat memahami nama merek.
  6. Name choosing that maximized the firm's branding. Tahap final adalah memilih nama yang tepat sesuai dengan tujuan pemasaran dan meningkatkan corporate branding. 
Sumber:
Aaker, D.A. Managing Brand Equity. Free Press: 1991
Keller, Kevin. Strategic Brand Management. Prentice Hall: 1998
Handayani, Desi., Andrizal, dkk. Brand Operation (The Official Markplus Institute of Marketing
        Academy Coursebook). Esensi - Erlangga Group: 2010

Sumber gambar:
http://www.seputarukm.com/ini-nih-tips-membuat-merek-bisnis-yang-baik/

Tidak ada komentar: