Langsung ke konten utama

Eksplorasi Borobudur Menuju Ndalem Nitihardjan


Ndalem Nitihardjan hadir sebagai salah satu penginapan dengan konsep guest house di area Borobudur dengan menawarkan nuansa Jawa klasik. Tepatnya, lokasi Ndalem Nitihardjan berada di Dusun Jowahan, Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dengan luas lahan  kurang lebih 3,5 Ha. Ndalem Nitihardjan menawarkan sebuah konsep penginapan yang menyatu dengan alam dan lingkungan sekitarnya sehingga hanya sepertiga dari luas area yang digunakan untuk bangunan guest house, selebihnya adalah landscape taman yang menyatu dengan alam dan lingkungan sekitar.  Dengan demikian, tamu dapat merasakan keramahan yang tulus dari kehidupan di sekitar.

Penamaan Ndalem Nitihardjan diceritakan memiliki cerita yang cukup dalam. Dulunya, lokasi ini merupakan kediaman Sang pemilik yang bernama Nitihardjo. Mbah Nitihardjo yang dahulu juga merangkap sebagai Lurah Desa setempat dikenal sangat ramah dan terhadap warga sekitar. Makna dari sejarah keberadaan area inilah yang melatarbelakangi Ndalem Nitihardjan berkembang menjadi sebuah usaha di bidang ramah tamah atau hospitality industry.

Perkembangan yang dimiliki oleh Ndalem Nitihardjan saat ini adalah keberadaan guest house dengan 4 kamar, bungalow, bangunan joglo dan juga resto “PASTAGIO”. Untuk menginap para tamu, dua pilihan tempat menginap telah ditawarkan pertama yaitu sebuah bangunan rumah dengan 4 buah kamar di dalamnya berkapasitas standar sebanyak 8 orang. Pada tipe ini tamu dapat menyewa satu rumah ataupun hanya satu kamar saja. Kemudian bagi tamu yang menginginkan pengalaman menginap yang lebih private, Ndalem Nitihardjan menyediakan tipe Bungalow yang letaknya terpisah dari bangunan lainnya. Tipe Bungalow memiliki kapasitas hanya 2 orang saja, sangat cocok bagi couple maupun pasangan yang sedang honeymoon. Bangunan Joglo kerap digunakan untuk acara gathering ataupun Romantic Dinner. Sedangkan resto PASTAGIO yang merupakan cabang dari Jogja menyajikan menu unggulan steak & pasta.


Dengan fasilitas dan area yang dimiliki oleh Ndalem Nitihardjan, saat ini kami membuka pelayanan untuk group dining¸pesta barbeque, gathering bahkan juga wedding. Harapannya, Ndalem Nitihardjan dapat menjadi salah satu destinasi alternatif di area Borobudur – Magelang ini. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOCIAL JUDGMENT THEORY OLEH MUZAFER SHERIF

Apa yang muncul dalam benak Anda ketika mendapatkan tawaran kredit 0% dari sebuah produk kartu kredit? Bisa macam – macam, mulai dari muncul pertanyaan “Do I need this?”, nanti kalau terlambat pembayaran bunganya akan membumbung, kok bisa bunga 0%? Ah jadi curiga sama banknya nih, bagus dan menarik (sekedar pernyataan begitu saja) atau malah “Aku mau!”. Dari beberapa frasa tersebut, mana yang menurut Anda paling sesuai dengan diri Anda? Dengan begitu, dapat diketahui mengenai Teori Penilaian Sosial (Social Judgment Theory) yang muncul dari perspektif Anda tentang kredit bunga 0% kartu kredit tersebut. Social Judgment Theory (selanjutnya disebut SJT) dipopulerkan oleh Muzafer Sherif, seorang psikolog yang berasosiasi dengan Oklahoma University (meninggal 16 Oktober 1988). Teori ini berarti sebuah penilaian atau pertimbangan atas pesan yang diterima dengan membandingkannya terhadap isu terkini. EGO LATITUDES: ACCEPTANCE, REJECTION & NON COMMITMENT Ungkapan – ungkapan

HIPERSEMIOTIKA

Berbicara mengenai hipersemiotika, akan menjadi terasa terlampau jauh apabila belum menguraikan mengenai apa itu semiotika. Dimulai dari Umberto Eco yang mendefinisikan semiotika sebagai sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu untuk berdusta (lie). Maksud definisi Umberto Eco tersebut adalah “bila sesuatu tidak dapat digunakan untuk mengungkapkan dusta, maka sebaliknya sesuatu tersebut juga tidak dapat digunakan untuk mengungkapkan kebenaran, sehingga pada dasarya tidak dapat digunakan untuk mrngungkapkan apa-apa”. Merujuk pada apa yang dinyatakan Umberto Eco tersebut, dapat disimpulkan bahwa selain sebagai teori kedustaan, semiotika juga menjadi sebuah teori kebenaran.         Sebagai teori kedustaan sekaligus teori kebenaran,  semiotika digunakan untuk mempelajari tanda yang ada dalam segala aspek sosial untuk mengungkap kedustaan atau kebenaran itu sendiri. Hal ini berkorelasi dengan apa yang dijelaskan oleh Ferdinand de Saussure yang menyampaikan bahwa semiotika mer

Langkah Forriz Hotel, Sejalan Dengan Perkembangan Bisnis di Yogyakarta

Yogyakarta kini, selain masih kental dengan julukan kota pelajar dan budaya juga sudah berkembang menjadi kota bisnis. Majemuk-nya masyarakat yang tinggal maupun berkunjung di Jogja telah membuka banyak peluang potensi bisnis dan juga wisata, tak terkecuali industri ramah-tamah seperti perhotelan. Forriz hotel adalah salah satu bagian yang turut andil dalam merespon potensi bisnis di kota yang juga dikenal dengan kota sejuta kenangan. Dimiliki oleh PT Forriz Sentral Gemilang, hotel yang terletak di Jln. HOS Cokroaminoto No. 60 Pakuncen, Yogyakarta ini hadir memenuhi permintaan pasar industri ramah-tamah di Yogyakarta mulai bulan Juni 2017 silam. Saat itu Forriz hotel melakukan soft opening pada tanggal 26 Juni 2017 guna merespon permintaan pasar pada momentum lebaran di tahun tersebut. Sebagai hotel bisnis dengan peringkat bintang 3+, Forriz hotel memiliki fasilitas sebanyak 116 kamar dengan klasifikasi superior, deluxe dan suite. Untuk mendukung aktivitas bisnis,  disedi