Jumat, 08 November 2013

Tips Membuat Si Kecil Fashionable

Keceriaan anak-anak dapat tercermin dari caranya berpakaian. Sebagai orang tua, kita bisa membuat gaya buah hati kita supaya terlihat ceria dan fashionable sesuai dengan karakter dan usia mereka. Berikut adalah beberapa tips memilih pakaian yang cocok buat si kecil:

     Perhatikan bahannya: Anak-anak biasanya memiliki kulit yang masih lembut dan sensitif, sehingga pemilihan bahan menjadi pertimbangan utama. Pilihlah kain yang menyerap keringat seperti katun. Dalam produk jenis kaos, meski lebih elastis namun bukan berarti tidak ada bahan katun untuk kaos. Bila ingin membelikan si kecil kaos, pilihlah yang menggunakan bahan kaos katun combed.

     Pilih ukuran yang pas: Terkadang, banyak orangtua merasa khawatir bila buah hatinya cepat besar sehingga sering membelikan mereka baju yang berukuran lebih besar dari tubuh si anak. Ingatlah, anak juga layak tampil modis, pilihlah baju dengan ukuran yang pas, tidak terlalu besar dan jangan kesempitan juga.

     Warna yang ceria: Hindari memilih warna-warna gelap seperti cokelat kopi, ungu tua, merah hati dan sebagainya. Buat anak-anak tampil sesuai usia mereka dengan memilih warna yang cerah seperti hijau apel, merah, biru muda, pink atau oranye. Meski warna putih dapat menimbulkan kesan bersih, namun kita juga harus ingat, gerakan si kecil yang banyak dapat membuat bajunya cepat kotor.
    
    Ajak dia pilih baju favorit: Ajari si kecil untuk menentukan pilihan sejak dini termasuk pilihan baju yang disukai untuk dibeli. Jangan lupa juga untuk tetap mengarahkan pilihannya supaya baju yang dipilih si kecil sesuai baik model-nya maupun harganya.
    
    Jangan mudah terbujuk SALE: Anda tentu tidak ingin menyesal bukan ketika setelah membeli pakaian untuk anak Anda dengan harga murah namun cepat rusak? Maka perlu diperhatikan kualitas produk dari segi jahitan, aplikasi-nya apakah bordir atau sablon dan sebagainya.


Salah satu alternatif pilihan produk fashion anak yang dapat Anda gunakan adalah KUTUBUKU Kaos Anak Indonesia. Produk lokal dari Yogyakarta ini menjadi pilihan yang sesuai untuk buah hati kita. Bahan-nya berasal dari katun combed warna cerah dan kualitas jahitan yang kuat dengan metode jahit rantai di sekitar pundak dan lengan yang rawan sobek ketika si kecil banyak bergerak. Cari tahu lebih banyak tentang produk ini dengan mengunjungi website www.kaosanakindonesia.co.id atau via telepon 0274-7490269

Rabu, 06 November 2013

Dibalik Krisis Toyota Tahun 2010

Toyota yang dikenal sebagai raksasa perusahaan otomotif dari jepang-pun ternyata pernah mengalami krisis pada tahun 2010. Diawali dengan ditariknya 3,8juta unit mobil Toyota di Amerika Serikat pada September 2009 menyusul ratusan ribu unit lainnya di negara-negara lain seperti Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika. Amerika Serikat menjadi Negara yang pertama dengan jumlah penarikan unit mobil Toyota terbesar dikarenakan Kementrian Transportasi AS telah menerima sekitar 100 laporan mengenai kecelakaan akibat pedal gas yang terblokir. 17 laporan diantaranya berakhir dengan kecelakaan di mana 5 orang tewas. Namun pada akhirnya Toyota mulai bernafas lega, sistem elektronik pedal gas mobil yang diproduksinya terbukti tidak bermasalah. Teknisi badan antariksa NASA memeriksa kemudian meloloskan mobil Jepang itu usai inspeksi yang berlangsung selama 10 bulan. Masalah gas pedal Toyota disorot khusus, karena sejumlah orang mengalami kecelakaan, bahkan tewas, setelah mobil yang dikendarai semakin cepat meluncur akibat pedal-gas yang tak bisa dikontrol. 
            Meski penelitian pada akhirnya membuktikan bahwa tidak ada kesalahan produksi dalam mobil Toyota, namun pemberitaan miring mengenai perusahaan ini bergulir dengan cepat. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh cara penyampaian pihak Toyota ke publik melalui media yang berkesan kurang ramah, seperti yang dicantumkan pada website resminya sebagai berikut:

            Opini publik yang muncul ketika membaca klarifikasi tersebut adalah pihak Toyota seolah-olah seperti lepas tanggung jawab dan menyerahkan penanganan komplain kepada dealer. Di sisi lain, ternyata rilis pernyataan tersebut ke website maupun media adalah dalam rangka publikasi upaya penanganan krisis yang dialami oleh Toyota. Mengapa demikian sebab ternyata, CEO Toyota waktu itu yang bernama Akio Toyoda, mengunjungi sendiri dealer-dealer di negara-negara yang tercantum di atas dan memastikan penarikan mobil Toyota dalam jumlah besar baik yang dianggap bermasalah maupun tidak. Kunjungan CEO Toyota tersebut tentu saja untuk mengarahkan pihak dealer supaya turut membantu penanganan komplain atau memberikan klarifikasi atas isu yang menerpa Toyota saat itu.
            Krisis yang terjadi pada Toyota di tahun 2010 menjadi momen titik balik yang dapat membuat sesuatu tambah baik atau tambah buruk. Membangun citra Toyota yang menurun sangat sulit, karena mereka merupakan perusahaan yang sudah bertahun-tahun mendapat kepercayaan fanatik masyarakat. Tanpa dipungkiri isu krisis yang dialami Toyota tersebut juga berimbas pada Toyota Indonesia. Langkah Toyota Indonesia dalam membangun citra yang sempat terpuruk adalah dengan membuat iklan Toyota besar-besaran serta memberikan layanan call center 24 jam dalam 7 hari, gratis ganti oli terhadap mobil Toyota, dan memberikan diskon khusus bagi pengguna innova untuk makan gratis di food court di supermarket besar yang sudah bekerja sama dengan Toyota.

Daftar Pustaka
Rosady Ruslan, S.H.,M.M. 2006. Etika Kehumasan (Konsepsi dan Aplikasi). PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
http://blog.tempointeraktif.com/ekonomi-bisnis/memulihkan-merek/
http://maverick.co.id/pr-communications/2010/02/toyota-crisis-management-not-a-good-example/